Rabu, 29 Februari 2012

Sunny (Korea, 2011)




Sunny adalah geng remaja putri yang terdiri dari tujuh orang cewek: Chun Hwa (Kang So Ra, Jin Hee Kyung), Jang Mi (Kim Min Young), Jin Hee (Park Jin Joo), GeumOk (Nam Bo Ra), Bok Hee (Kim Bo Mi), Su Ji (Min Hyo Rin) , dan Na Mi (Shim Eun Kyung, Yoo Ho Jeong). Nama Sunny didapat setelah Na Mi resmi bergabung. Na Mi adalah siswi pindahan dari Jeolla. Dia menjadi sasaran kekerasan dari salah seorang murid di hari pertamanya masuk ke sekolah barunya di Seoul. Chun Hwa yang disegani oleh seluruh siswi sekolah tersebut karena kemampuannya berkelahi, menyelamatkan Na Mi. Sejak itulah mereka mulai bersahabat dengan kelima anggota geng pimpinan Chun Hwa lainnya. Persahabatan mereka semakin erat. Berbagai kejadian mewarnai hari-hari mereka, hingga sebuah kejadian membuat mereka terpisah dan menjalani kehidupan mereka masing-masing.

Film ini mengangkat tema tentang persahabatan dan mimpi. Digambarkan bagaimana persahabatan sejati tidak akan pernah mati meskipun jalan hidup membuat masing-masing pribadi bertumbuh dan 'berubah'. Dalam film ini, penonton akan mampu memahami bahwa dengan berjalannya waktu, mimpi seseorang pun bisa berubah, bahkan terlupakan.

Sebuah film yang menyentuh =,)

Thanks for Bila yang udah merekomendasikan film ini. As she said, setelah nonton film ini, pasti jadi pingin reunian dengan teman-teman dekat kita puluhan tahun nanti =,)

Ah iya, memorable scene adalah scene ketika Na Mi dan seorang cowok yang ditaksirnya berdiri di depan akuarium di dalam sebuah bar. Dreams are my reality... =,)

Senin, 27 Februari 2012

Summer in Seoul (Ilana Tan, 2006)



Jung Tae Woo adalah seorang artis Korea yang melakukan comeback setelah 4 tahun rehat dari dunia entertainment. Karena gosip yang menyebutkan bahwa dirinya adalah seorang gay, dia dan manajernya merancang rencana untuk meluruskan berita tersebut. Maka, ketika sebuah kejadian mempertemukan Tae Woo dan Han Soon Hee, terciptalah sebuah kesepakatan antara mereka. Soon Hee bersedia menjadi 'pacar dalam foto' Tae Woo agar gosip Tae Woo adalah seorang gay mereda. Ketika kesepakatan antara mereka tersebut berkembang menjadi hubungan yang lebih dekat, sebuah kenyataan mengenai kejadian 4 tahun lalu terungkap.

Novel pertama karya Ilana Tan yang termasuk dalam Tetralogi 4 Musim ini mengangkat cerita yang sebenarnya sederhana namun tetap menarik untuk diikuti. Ilana Tan berhasil meramu sebuah cerita yang membuat pembaca seperti melihat drama Korea. Jika dibandingkan dengan karyanya yang terakhir, Sunshine Becomes You, novel ini memang berisi lebih banyak dialog dan lebih sedikit deskripsi. Terlihat sekali perkembangan Ilana Tan jika kita bandingkan kedua novel karyanya tersebut.

Satu hal yang aku perhatikan, Ilana Tan sepertinya sangat detil meramu tiap kalimat dalam karya-karyanya. Terasa sekali beda kalimat yang digunakan dalam percakapan antara tokoh-tokoh berkebangsaan Korea dalam setting Korea dan tokoh-tokoh berkebangsaan Indonesia dalam setting Korea maupun Indonesia.

Novel yang bagus, tapi tidak istimewa =)

Jumat, 24 Februari 2012

Wedding Dress (Korea, 2010)



Seo Go Eun (Song Yoon Ah) adalah seorang single mother yang bekerja sebagai pembuat gaun pengantin. Kesibukannya membuat dia tidak memiliki banyak waktu untuk putri semata wayangnya, Jang So Ra (Kim Hyang Ki). Maka ketika kondisi kesehatannya memburuk, Go Eun berusaha keras untuk menikmati sedikit waktu yang tersisabersama So Ra.

Simple ya ceritanya. Ketebak juga kan gimana endingnya? Tapi herannya, masih juga bikin mewek sejadi-jadinya, lho... Hahaha... Even my boy friend, cried when he watched it! =P

Itulah kerennya film Korea. Kalau nggak bikin ngakak, ya bikin mewek. Dan film dengan cerita simple ini bener-bener bikin penonton nyesek ngeliat kasih sayang ibu-anak yang heartbreaking banget. Huks...

Buat yang ngefans sama si cakep Lee Ki Woo, ada dia lho di film ini. Jago ya dia kalau meranin karakter cowok kikuk gitu, hehehe... Bikin inget perannya di The Classic aja =,)

Rabu, 22 Februari 2012

Sunshine Becomes You (Ilana Tan, 2012)



Alex Hirano sedang memperiapkan diri untuk menghadapi konser tunggalnya sebagai seorang pianis ketika adiknya, Ray, memaksanya keluar dari 'sarang'-nya untuk menemui seorang gadis yang sedang menarik perhatian adiknya itu. Maka, hari itu, takdir mempertemukannya dengan seorang 'malaikat kegelapan' yang membuat tangan kirinya cedera.
Mia Clark, seorang penari berbakat yang dengan keceriaannya telah membuat banyak laki-laki menyukainya, tidak pernah menyangka akan membuat tangan seorang pianis menjadi cedera. Rasa bersalah mendorongnya menawarkan diri untuk menjadi tangan kiri pianis tersebut.
Lalu apa yang akan terjadi ketika Alex menyadari bahwa 'malaikat kegelapan'-nya ternyata memiliki tawa secerah matahari? Mampukah Mia terus menghindar dan lari dari perasaannya sendiri untuk melindungi diri dan orang yang mulai menarik hatinya tersebut dari kekecewaan?

Cerita yang sederhana namun tidak membosankan. Gaya penulisan yang mengalir dan membuat pembaca mudah membayangkan tiap adegan yang ada membuat novel ini memiliki nilai lebih, menurutku. Yap, aku satu dari banyak orang yang akan bilang sebuah buku itu bagus ketika ceritanya mampu divisualisasikan menjadi adegan film dalam pikiran pembacanya. Dan ya, novel ini adalah satu dari tak banyak buku seperti itu.

Tidak ada yang berlebihan maupun kurang dalam novel ini. Semuanya pas. Tidak ada banyak drama. Tidak ada banyak kata-kata tidak penting di dalamnya. Ya, semuanya pas.

FYI, a lot of people cried when they read this book. Dan mungkin karena tahu buku ini bakal bikin nangis atau setidaknya sedih, aku sudah menyiapkan diri ketika membacanya. Alhasil, no tears and no sad feeling when I read it, hehehe...

Ada kalimat yang aku suka banget dari novel ini:
"Aku sangat ahli menghindari perasaanku sendiri, kau tahu? Bagiku suatu perasaan tidaklah nyata kalau aku menolak merasakannya. Perasaan ini tidaklah nyata kalau aku menolak mengakuinya."

Ah, you should read this bestseller book by yourself ;)



Note to myself: read Tetralogi 4 Musim by Ilana Tan =D

Minggu, 19 Februari 2012

Fall in Love with Cheese Bliss

Gara-gara baca postingannya Mbak Gogo, aku jadi pingin coba bikin Cheese Bliss juga, hehehe... Abis keliatan enak dari fotonya =9

So, yep, minggu kemaren aku cobain resep ini.
Ternyata gampang banget bikinnya =D Rada nggak sukses di pemanggangan kedua sih, rada gosooong, hehehe... Maklum, belom bisa menguasai oven kompor tanpa termometer pinjeman dari tetangga, hehehe... Jadi ya manggangnya cuma pake feeling... dan feeling-ku kemaren nggak jalan, hahaha...

Well, kapan-kapan coba bikin lagi aaah =D

Here's the pic:

Jumat, 17 Februari 2012

Musiro, Fusion Korean Food

Efek samping terlalu sering nonton drama seri dan variety show Korea adalah meningkatnya keinginan untuk merasakan makanan khas Korea yang sering banget wara-wiri di kedua jenis acara yang aku tonton tersebut. So, yes, aku sampe penasaran banget pingin ngerasain yang namanya Topoki. Keliatan enaaak banget sih kalo liat di acara-acara itu, hehehe...

Karna di Solo (setahuku) belum ada yang jual makanan khas Korea, jadilah aku cari info dari temen di Jogja. Dan ternyata beneran udah ada di Jogja \(^^)/ Thank you so much Deph for the information *peluk* *cium*

Jadi ketika beberapa waktu lalu aku ke Jogja, mampirlah aku ke Musiro yang ada di Jl. Affandi/Gejayan No. 33 Jogja \(^^)/
Begitu masuk di tempat makan yang tergolong kecil ini, langsung terdengar lagu-lagu Korea dan terlihat banyak sekali poster dari boyband dan girlband Korea :O Jadi selama makan, berasa lagi diliatin sama SHINee, Suju, 2 PM, SNSD, 2NE1, dll... Wkwkwk...

Pilihan makanannya lumayan banyak. Apa yang sering aku lihat di acara-acara Korea, seperti Bibimbab, Ramen, Budae Jjigae, Topoki dan tentunya Kimchi dengan berbagai olahannya, ada \(^^)/

Langsung drooling ngeliat daftar menu beserta gambarnya. Kebantu banget deh sama gambar dan keterangan tentang isi dari tiap menu yang ada. Jadi nggak bingung kalo nggak ngerti nama makanan yang kita pingin, hehehe...

Kalau minuman sih standart ya. Sama aja kayak tempat makan kebanyakan, seperti aneka jus, soft drink dan squash.

Soal harga, terjangkau dan sesuai dengan porsinya kok ;) Makanan besar mulai Rp 10.000.

Dan makanan yang aku pesen hari itu adalah...

Budae Jjigae


Topoki


Tok Ramen


Tokochi

FYI, tiap makanan utama selalu dikasih seporsi kecil kimchi sebagai side dishnya.

Puaaas akhirnya bisa nyobain makanan Korea. Walaupun mungkin rasa aslinya nggak sama persis ya, hehehe... Tag line-nya Musiro aja udah jelas kalau rasa masakan di sana udah disesuaikan dengan lidah kita: Resep Korea, Lidah Indonesia, hehehe...

Jadi, buat kalian yang pengen nyobain makanan Korea, monggo ke Musiro saja =D Mereka menyediakan layanan pesan antar kok, nih nomernya: 081578811533

Hmm... kapan ya di Solo ada?

Rabu, 15 Februari 2012

Poconggg Juga Pocong (@poconggg, 2011)



Akhir tahun 2011 kemaren, dunia per-twitter-an heboh dengan terbongkarnya identitas di balik akun @poconggg. Akun @poconggg menjadi sangat fenomenal karena twit-twitnya yang out of the box, segar dan nyleneh. Kalau tidak salah ingat, identitas @poconggg terkuak setelah dia menerbitkan sebuah buku berjudul Poconggg Juga Pocong yang pada akhirnya juga difilmkan.

Tertarik dengan twit-twit gilanya yang sebagian besar bisa bikin aku ngakak, akhirnya aku memaksa Mbak Ida, penjaga persewaan buku dan komik tempat Dani biasa nyewa, untuk membeli buku tersebut dengan bujukan: "Pasti banyak yang nyewa Mbak, nge-hits banget soalnya tuh buku", hehehe... Yeah, siapa tahu bukunya memang sebagus itu.

Dan sepertinya itulah kesalahanku. Terlalu banyak berharap dari buku ini. Pada akhirnya, kecewa deh... *sigh*

Ada 14 cerita dalam buku ini. Banyak tema yang diangkat, seperti iklan, film, dan tentu saja cinta dalam pandangan seorang jomblo ngenes a.k.a @poconggg, hehehe... Beberapa cerita dibuat berdasar interaksi @poconggg dan para fansnya ketika buku ini dibuat, seperti #Konsultaconggg, Poconggg Madness, dan Sumpah Poconggg.

Nggak ada cerita yang bener-bener bisa bikin ngakak dalam buku ini. Cerita-ceritanya terlalu singkat dan nanggung, menurutku. Well, mungkin apa yang lucu ketika di-twit-kan tidak selamanya lucu ketika dicertiakan dalam format cerita yang lebih panjang kali ya. Karna bukan hanya @poconggg yang menurutku nggak terlalu sukses melucu dalam buku berdasar twit-twitnya, seorang Raditya Dika pun mengalami hal yang sama dalam beberapa cerita di Manusia Setengah Salmon-nya. Mmm, gimana ya, nanggung dan nggak bener-bener bisa bikin ketawa ngakak aja ketika dibaca. Atau bisa jadi ini karena aku sudah terlalu sering membaca ide-ide mereka di dalam twit-twit mereka, ya?

Dalam karya pertama @poconggg ini, aku merasakan sentuhan sinis @poconggg ketika menyampaikan gagasan dan pendapatnya mengenai sesuatu hal. Coba saja baca Cerita Horor Tidak Akan Pernah Seindah Ini, Kawan... dan Iklan. Sayangnya, sekali lagi, kedua cerita itu masih saja nanggung dan gantung, menurutku. Bisa dibilang jadi sedikit garing, mungkin ya.

Well, not so good book, I think. Aku lebih suka baca twit-twit nylenehnya, hehehe... Dan jujur saja, kecewa banget pas ada yang ngebongkar identitas @poconggg. Karna @poconggg yang sekarang tidak seekspresif dulu ketika publik mengenalnya sebagai @poconggg, bukan Arief Muhammad. Kadar kegilaan @poconggg berkurang secara signifikan, menurutku, hehehe...

Tidak adil rasanya menilai tulisan @poconggg hanya dari satu buku ini. So, yes @poconggg, I'm waiting for your next book =)

Ah, should I watch Poconggg Juga Pocong The Movie, guys? Lucu nggak sih?

Senin, 13 Februari 2012

Ngonthel Sak Kuate with @seli

29 Januari kemaren, @seli ngadain acara Ngonthel Sak Kuate dengan rute Solo-Tlatar-Pengging-Solo. Seperti acara ultah setengah tahunan lalu, banyak yang gabung dalam acara kemaren. Kurang lebih 40 orang yang gabung di acara tersebut.

@ depan Loji Gandrung

Setelah semua anggota berkumpul di depan Loji Gandrung Minggu pagi itu, satu per-satu kelompok berangkat. Satu kelompok terdiri dari 3-5 orang. Satu orang di tiap kelompok bertindak sebagai ketua.

Aku sendiri tergabung dalam kelompok 3 bersama Mbak Fely, Mas Pimo dan Mas Dika, si ketua kelompok. Sepanjang perjalanan selalu aja ada hal yang diketawain gara-gara celetukan-celetukan Mas Dika yang emang terkenal jago bikin guyonan. Kelompok 3 ni kompak banget dah. Kompak nunggui aku yang kebanyakan nuntun sepeda pas di tanjakan, maksudnya, hehehe... Yep, gowes keduaku ke Tlatar hari itu tidak sesukses yang pertama, huhuhu... Aku banyak nuntun sepeda, nggak kuat tetep gowes gara-gara kaki sering kram >_< *makanya Phe, olah raga!!!*

Maapkan aku teman-teman >_< *sembah* Salut banget dah buat ketiga anggota Kelompok 3 yang kuat banget gowes di tiap tanjakan b^^d

tanjakan paling asoy =p

Rute gowes kemaren itu emang lebih jauh daripada rute pas ultah @seli. Kalau yang dulu lewat Waduk Cengklik, rute kemaren diganti lewat Bandara dan ditambah ke Pengging dulu sebelum pulang. Makan siang juga di Pengging, bukan di Tlatar. Jadi nggak mungkin pada pulang duluan kan setelah dari Tlatar, hahaha... pinter deh ah panitianya XD

menu makan siang super yummy =9

It was sooo fun. Well, acara gowes sama temen-temen @seli emang selalu saja fun sih ya, hehehe...

@ Tlatar

bring the girls out!!! =D

Dan ternyata, ada pemilihan kelompok paling kompak. Guess what, Kelompok 3 lho kelompok terkompaknya! \(^^)/ Berkat arahan Pak Ketua yang sedari awal udah sabar banget ngertiin maunya ketiga anggota kelompok lainnya nih ;)


Kelompok 3

Rencananya sih bakal ada acar gowes tiap 3 bulan. Ah, can't wait for the next event \(^^)/


*all of pictures taken by Mbak Rani

Pasangan Sempurna/Perfect Match (Jodi Picoult, 2010)


Apa yang akan dilakukan Nina Frost, seorang pengacara untuk anak-anak korban penganiayaan, ketika anak laki-lakinya, Nathaniel, mengalami pelecehan seksual? Bagaimana suami Nina, Caleb, seseorang yang tenang dan praktis, menghadapi cobaan yang mengguncang kestabilan kehidupan keluarga kecil mereka? Jodi Picoult kembali mampu mengacak-acak perasaan dan logika pembacanya melalui buku ini. Perjuangan orang tua, terutama seorang ibu, dalam memperjuangkan keadilan untuk buah hatinya diperlihatkan dengan dramatis. Rentetan peristiwa dalam buku ini akan membuat pembaca mempertanyakan kembali seberapa bermoralkah seseorang ketika ketidakadilan menimpa seseorang yang dia cintai.

Another great story by Jodi Picoult =D
Ini adalah karya keempat Jodi Picoult yang aku baca setelah Penjaga Kakakku (My Sister's Keeper), Lingkaran Kesepuluh (Tenth Circle), dan Salem Falls. Keempat karyanya tersebut telah sukses membuatku kagum dengan kemampuannya mengangkat cerita bertema keluarga dengan segala permasalahannya. Terutama masalah yang terkait dengan hukum. Selain cerita yang kuat, Jodi Picoult selalu mampu menyajikan cerita yang membuat seluruh tokoh tergambar abu-abu, sama sekali tidak melulu hitam atau putih. That's why I love her stories.
Jadi nggak sabar pingin baca karya-karyanya yang lain.

Ayo GPU, terbitkan lagi karya-karya Jodi Picoult yang lain \(^^)/

Rabu, 01 Februari 2012

Arisan 2 (Indonesia, 2011)



Sudah delapan tahun berlalu sejak Arisan sukses mengejutkan penontonnya dengan cerita yang menarik, berbeda, dan menohok. Seperti Arisan yang mampu menyoroti serta sedikit banyak menyindir kehidupan wah kaum borjuis ibu kota, Arisan 2 masih tetap konsisten menangkap fenomena sosial yang terjadi dalam kehidupan nyata mereka.

Dalam delapan tahun, terjadi banyak perubahan dalam kehidupan Meimei (Cut Mini), Sakti (Tora Sudiro), Andien (Aida Nurmala), Nino (Surya Saputra), dan Lita (Rachel Maryam). Meimei yang tengah berjuang melawan kanker terpaksa menjauh dari kehidupan glamour ibu kota demi kesembuhannya. Bersama Jalu, anak dari Lita, Meimei menepi ke Gili Trawangan untuk menjalani terapi alternatif kanker. Usaha Meimei untuk menyembukan penyakitnya membawanya dalam hubungan dekat dengan terapisnya, Tom (Edwin Gunawan). Sementara itu, Sakti dan Nino yang sudah putus diceritakan menjalani kehidupan percintaannya masing-masing. Sakti berhubungan dengan Gary (Pong Harjatmo), lelaki berumur yang mempunyai anak istri. Sedangkan Nino dengan Octa (Rio Dewanto), cowok berusia 21 tahun yang sangat merepresentasikan generasi masa kini: sangat eksis.

Lita masih bertahan single dan merahasiakan siapa ayah kandung Jalu. Dia disibukkan dengan rencana bergabung dengan satu partai politik yang menjanjikannya untuk menjadi wakil rakyat. Andien masih sibuk dengan kehidupan glamournya. Bahkan, teman-teman Andien ini lah yang banyak disorot dan memberi warna dalam film ini. Yayuk Asmara (Ria Irawan), dr. Joy (Sarah Sechan), dan Ara (Atiqah Hasiholan) adalah tokoh yang banyak diceritakan selain tokoh utama dalam film ini.

Film ini sangat menghibur. Cerita yang berbeda dan berhasil dengan jujur menangkap berbagai kejadian dalam kehidupan para sosialita ibu kota membuat film ini jadi istimewa. Akting aktor dan aktrisnya juga pas. Mereka seperti memerankan peran mereka sehari-sari saja, hehehe... Chemistry antara Sakti dan Nino tetap yang paling juara! Hehehe...

Perhatian pasti banyak tertuju pada akting Rio Dewanto yang sangat apik dalam memerankan cowok kemayu yang manja. Two thumbs up lah buat Rio b^^d

Aku nonton film ini di XXI Solo Square bareng Rani, Uwie dan Afif. Sebenernya si Jembling juga mau ikut, tapi batal karena sesuatu hal. Itu pertama kalinya kami nonton di XXI yang memang baru dibuka sebulanan ini. Nyaman banget nonton di sana. Tempatnya lebih keren dari Grand 21, padahal harga tiketnya sama. Hmm, bakal lebih sering nonton di XXI nih kayaknya, hehehe...

Thank you ya guys buat that fun time ;)


Warning: siap-siap mupeng liburan ke Gili Trawangan yaaa... *drooling*