Wow... udah November aja... *menatap nanar pada rentetan checklist dalam agenda*
Fiuuuuh, banyak banget yang semestinya sudah dilakuin tapi sampai sekarang belum juga dilakuin... *sigh*
A lot of things to share... tapi lagi nggak ada yang bisa diajak share... sooo, mau nyampah di sini aja deh, hehehe... Mumpung lagi cerewet =)
Sebenernya udah utang nulis review film dan buku, tapi sampai sekarang tulisan itu masih nangkring di draft. Hehehe, lagi males nulis yang begituan, maunya cerewet tentang yang lain...
Well, jadi keinget, tentang tantangan baca buku Oktober kemaren... as expected, I failed *nyengir* Tumpukan file film di leptop ternyata lebih menarik perhatianku... So, sampai sekarang, baru 3 buku habis terbaca, 2 buku setengah jalan, dan masih ada 5 buku yang belum tersentuh sama sekali. Yeah, I know... semestinya saya lebih berusaha... But I'm a moody kind of person... Maka ketika mood buat baca buku nggak ada, yawes, nggak bakal bisa deh otak ini mencerna deretan kalimat dalam buku-buku itu.
Film yang aku tonton pun balik lagi ke film-film barat. Mulai jenuh sama drama Korea belakangan ini. Balik lagi ke film dan serial barat dulu deh ini, hehehe... Dan akhirnya Grey's Anatomy 4 pun sudah siap dimarathon! \(^^)/
Beberapa waktu lalu, aku ketemu sama "orang pinter". (anggap saja) Kebetulan (I don't believe in coincidence, actually), kami bertemu dalam sebuah acara. Beliau yang nyamperin aku duluan dan ngajak ngobrol. Ketika tau aku lulusan psikologi, beliau langsung bilang, "Saya juga belajar psikologi. Tapi otodidak." Setelah beberapa saat ngobrol, ngeh lah aku kalau yang beliau maksud adalah membaca kepribadian seseorang dengan hitungan nama, melihat wajah, dan sebagainya.
Maka yang terjadi selanjutnya adalah beliau dengan santai "membaca"-ku. I didn't ask him, anyway. Tapi seru juga ngedengerin beliau menjelaskan tentang diriku. Well, it's kinda weird, but... yeah, nggak ada salahnya kan menyimak hasil "terawangan" beliau. Toh yang beliau sampaikan hanya sifat-sifatku yang "kebetulan terbaca" olehnya. Atau mungkin emang baru itu yang sempat beliau sampaikan sebelum akhirnya aku harus pulang karna acara hari itu sudah selesai, hehehe...
Sebenernya, hari itu bukan pertama kalinya aku ketemu orang yang bisa "baca" kepribadian orang lain. Tapi emang sih, pertemuan hari itu tidak aku niatkan. Berbeda dengan beberapa tahun lalu, bersama dengan beberapa orang teman, aku pernah iseng minta "dibaca" sama seorang fortune teller. Bedanya lagi, kalau fortune teller yang aku temui dulu menerawang masa lalu, kepribadian, dan juga masa depanku dan memberi beberapa masukan untuk masalahku saat itu, "orang pintar" yang aku temui beberapa minggu lalu (sepertinya) hanya membaca kepribadianku lewat nama dan wajahku.
Do I believe them? Aku cuma percaya bagian baiknya saja. Hehehe...
Bukankah sesuatu yang kita percaya dengan sepenuh hati bisa saja terjadi karena semesta menuntun kita untuk bisa mewujudkannya? =) But then, aku tetaplah orang yang berprinsip "hope, but don't expect" =)
Ada yang nyaris saja terlupa. Satu pesan dari fortune teller tersebut. "Jadi orang jangan terlalu baik. Belajar bilang nggak sama orang."
Pesan beberapa tahun lalu yang aku biarkan lepas dari ingatanku. Dan, yeah... segala yang terlalu memang tidak akan pernah baik, bukan? =)
"Masih, saya masih terlalu baik dan cenderung bego, Tante."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar