Jumat, 09 Maret 2012

Filosofi Kopi (Dewi 'Dee' Lestari, 2006)



Filosofi Kopi dicetak ulang tahun ini! Yeaaay, dan aku pun langsung beli lewat online shop-nya Mizan karna untuk pembelian online, akan didapatkan buku dengan cetakan tanda tangan Dee. Ini adalah buku pertama Dee yang aku punya \(^^)/ Yep, walaupun aku sudah baca buku-buku karya Dee, tapi tidak satu pun buku yang aku punya sendiri. Sampai Januari kemarin, Filosofi Kopi akhirnya sukses nangkring di rak bukuku =)

Sebenernya, aku sudah lupa sebagian besar cerita dalam Filosofi Kopi. Maklum, baca pertama kali ya di tahun 2006, ketika buku ini ramai diperbincangkan. Yang aku ingat adalah aku terhipnotis oleh beberapa kalimat dalam buku ini. Jadi ketika membaca ulang buku ini, rasanya seperti membaca buku baru, yang sama sekali belum pernah aku baca, namun sekaligus seperti menyusuri kembali kenangan akan kisah yang ada di sana. And again, aku sukses terhipnotis oleh beberapa kalimat di dalamnya =,)

Buku ini berisi 18 cerpen. Semuanya keren ;) Cerita favoritku antara lain adalah Surat yang Tak Pernah Sampai, Salju Gurun, Kunci Hati, Sikat Gigi, Diam, Cuaca, Lara Lana, dan Spasi. Jumlah yang membuatku heran sendiri, karena tidak biasanya aku suka cerpen =)

Beberapa kalimat yang aku suka dari Filosofi Kopi adalah

"Bila engkau ingin satu, maka jangan ambil dua. Karena satu menggenapkan, tapi dua melenyapkan." - Mencari Herman (2004)

"Hidup akan mengikis apa saja yang memilih diam, memaksa kita untuk mengikuti arus agungnya yang jujur tetapi penuh rahasia."- Surat yang Tak Pernah Sampai (2001)

"Satu garis jangan sampai kau tepis: membuka diri tidak sama dengan menyerahkannya." - Kunci Hati (1998)

Well, Filosofi Kopi adalah kumpulan cerpen yang sangat worthed untuk dikoleksi =)



*anteng nunggu buku keempat serial Supernova, Partikel, terbit*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar