Senin, 16 April 2012

My February

Tahun ke-24 hidupku bermula di Februari. Dan Februari tahun ini membawa cerita tersendiri.

Pernah, selama tiga tahun berturut-turut, Pongkring selalu menjadi orang pertama yang mengucapkan selamat ulang tahun untukku. Setelah kepergiannya, orang pertama yang mengucapkan selamat ulang tahun untukku selalu berganti-ganti di tiap tahunnya. Di tahun ini, semoga saja orang pertama yang mengucapkan selamat ulang tahun untukku adalah orang pertama di tahun-tahun berikutnya =,) Amiin...

Tak ada perayaan besar. Ucapan selamat juga datang dari segelintir sahabat dan beberapa teman. Bapak, Ibu, dan Dani bahkan tidak mengucapkan selamat di hari H karena aku pergi nyaris seharian di hari itu.

Kecewa? Tidak.
Sungguh.
Keadaan seperti itu justru membuatku sadar. Pada akhirnya, hanya akan tinggal beberapa orang yang benar-benar peduli =)

Dikelilingi beberapa orang yang peduli dan mengingat tanggal lahir kita adalah hal yang sangat patut disyukuri, bukan?
Bandingkan saja dengan mereka yang kurang beruntung karena tidak pernah tahu kapan tepatnya tanggal lahir mereka. Aku sangat patut bersyukur, bukan? =)

Beberapa hari setelah ulang tahunku, Indri, one of my close friend, mengadakan 'perpisahan'. Dia akan pulang ke Madiun dan tidak lagi kos di Solo. So, Rani, Ayu, Indri dan aku berkumpul di tempat biasa kami nongkrong: Jagung Naga Widuran.
Di sana, aku dapet surprise dari mereka. Rasanya terharu banget. I knew it was Ayu's idea. She's so into that kind of things =) Thank you, girls...



And here's our menu that night:


Well, acara nongkrong di Jagung Naga Widuran hari itu tetap saja terasa sepi. Sebelumnya, selalu ada Vina dan Tanti. Teman-teman dekat yang ramenya ampun-ampunan. Karena Vina udah balik ke Sampit, dan Tanti kerja di Jogja, jadilah tinggal kami berempat malam itu. Nggak ada lagi maenan truth or dare, maen kartu dengan hukuman makan jagung naga yang supersekali pedesnya, ataupun sesi ngegosip seputar teman kampus. Cuma ada curhatan tentang skripsi.

Sejak malam itu sampai hari ini, nggak ada lagi nongkrong bareng di Jagung Naga Widuran. Cuma tinggal Ayu, Rani, dan aku yang sekarang masih ada di Solo. Entah berapa bulan lagi mungkin satu persatu dari kami akan angkat kaki dari kota tercinta ini. *sigh*




I miss you, my dear friends... I miss our fun days as university student =,)







Note:
Jagung Naga Widuran adalah tempat nongkrongnya anak muda Solo, terutama anak-anak kampus UNS. Tempatnya di emperan toko sebelah barat lampu merah perempatan Warung Pelem. Menu spesialnya adalah segala jenis makanan dengan rasa Naga. Nama Naga sepertinya sengaja dipakai untuk menggambarkan dahsyatnya rasa pedas di mulut ketika kita memakan makanan dengan rasa Naga. Menunya antara lain: jagung bakar, fishball, nugget, sosis, otak-otak, roti bakar, pisang bakar, dan berbagai minuman botol. Rasa yang tersedia antara lain: naga, nano-nano, barbeque, pizza, udang, cumi, asin-pedas, pedas-manis, dll. Harga berkisar antara Rp 1.500 - Rp. 3.000. Lebih baik datang sesaat setelah tempat ini buka, sekitar jam 18.00-18.30, karena jika lewat dari jam itu, dijamin kalian akan menunggu superlama untuk akhirnya bisa menikmati pesanan kalian. Rasa Naga tidak direkomendasikan untuk mereka yang punya perut sensitif ;)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar