"You never really understand a person until you consider things from his point of view... Until you climb inside of his skin and walk around in it." Atticus Finch
Quote dari salah satu tokoh dalam cerita To Kill A Mockingbird karya Harper Lee ini menyadarkan saya, bahwa ketika kita ingin memahami seseorang, kita harus berpikir dan merasa dengan cara yang sama seperti orang tersebut. Hal yang nampaknya terlalu utopis, namun setidaknya harus selalu kita usahakan. Karena ketika kita "menghakimi" seseorang dengan kaca mata kita, maka kita akan selalu benar dan orang lain selalu salah.
Empati, yaitu kemampuan seseorang untuk ikut merasakan dan memahami apa yang orang lain rasakan dan pikirkan, adalah hal yang sepertinya mudah untuk dilakukan, namun ternyata tidak. Kita perlu melatihnya dengan selalu menyadari bahwa setiap orang pasti punya cara berpikir yang unik. Bahwa tidak ada satu orang pun yang sama persis di dunia ini, bahkan saudara kembar sekali pun. Dengan menyadari hal ini, kita akan mampu melatih diri kita untuk tidak mudah menghakimi orang lain dan merasa diri paling benar.
Setiap orang pasti punya alasannya sendiri ketika melakukan sesuatu. Kita hanya harus menyadari itu. Karena sesuatu yang menurut orang lain penting dan menjadi alasannya melakukan suatu tindakan, bisa jadi adalah sesuatu yang menurut kita sangat remeh. Begitu pun sebaliknya. Kemauan kita untuk mendengar dan mencari tahu penyebab seseorang melakukan tindakan tersebut lah yang akhirnya akan membantu kita untuk memahaminya. Ingat, kaca mata mereka lah yang harus kita gunakan, bukan kaca mata kita. Jadi tidak akan ada lagi "Seandainya aku jadi kamu..." ketika kita berempati.
*Tulisan ini adalah versi asli sebelum direvisi dan dimuat di Post Anything majalah Gogirl! bulan Juni 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar