Senin, 13 Juni 2011

Gowes to Tlatar

Minggu, 5 Juni kemaren ada acara perayaan ulang tahun Seli Solo Raya, Gowes to Tlatar. Ultahnya sih (kalo nggak salah) barengan sama ultah Car Free Day (CFD) Solo, tapi karena pas setahun CFD juga dirayain gede-gedean, ultah Seli Solo Raya yang diundur perayaannya.

Udah lama banget Vika, temen SMA-ku ngajakin aku gabung di komunitas pecinta sepeda lipat ini. Tapi karna dulu cuma Dani yang punya seli, aku nggak pernah ikut gabung. Kemaren itu, akhirnya aku (dengan minjem seli ibu, tentunya) dan Dani akhirnya ikutan acara setahunan Seli Solo Raya.


*briefing*

Kami kumpul di depan Loji Gandrung jam 5-an pagi. Setelah sebelumnya dibagi jadi beberapa kelompok, akhirnya kami berangkat sekitar jam 6 ke Tlatar. Yap, Tlatar Boyolali. Tempat dimana kita bisa makan aneka macam ikan itu. Yang jaraknya dari Solo sekitar 35 km itu. Yang berarti pulang-pergi jaraknya jadi sekitar 70 km itu.

For me, ini pertama kalinya setelah sekian tahun aku sepedaan sampe ke daerah Boyolali. Dulu, waktu SD-SMP, Bapak sering banget ngajak sepedaan sampe ke Waduk Cengklik. Tapi dulu, aku pake sepeda biasa. Dan kemaren itu, aku pake seli-nya ibu. You know what I mean? Tantangan tanjakkan menuju Tlatar jadi berasa dua kali lebih menantang! Hehehe...


*peta lokasi yang di-upload setelah acara kelar, biar nggak pada jiper duluan kali ya, hahaha...*

Dan, yeah...ternyata sepeda ibu lumayan berat, digowes nggak sampe-sampe...(maklum, seli ibu lumayan murah)! Hwaaa, dan akhirnya aku yang sebenarnya ada di kelompok pertama bersama Mbak Nova, Mas Giant (spell??), dan Pak Atok (?? I'm not really sure that's his name >< Blame my short memory!), jadi ada di barisan belakang T.T I'm so sorry Kelompok 1. *sembah*

*kelompok 1 plus mbak dian, si ibu ketua*

But thanks to Mas Giant yang sabar pol jadi tentorku hari itu, yang ngajari rumus-rumus gowes di jalanan penuh tanjakkan. Thank you very much, Mas =D Dan maaf, gara-gara itu kelompok kita jadi kalah dalam hal kelompok terkompak. *senyumpasrah*

Berkat dukungan dan semangat dari temen-temen Kelompok 1 itulah, aku (cuma) dua kali nuntun si seli di tanjakkan. Pertama, pas di tanjakan pertama yang lumayan tinggi karena aku belom ngeh rumus gowes untuk menaklukkan tanjakkan. Kedua, pas si kaki tiba-tiba kram. Setelah 5 kali berhenti untuk istirahat, 1 kali di 4 pos peristirahatan dan sekali waktu si kaki kram, akhirnya aku sampai juga di tempat tujuan. Yeayyy, makaaaan =9


*pose ngiklan, ahahaha...*

Ada acara tiup lilin, potong kue dan sedikit aksi sulap dari salah satu anggota Seli Solo Raya (again, I can't remember his name), pembagian doorprize dan pengumuman kelompok terkompak. Kelompok terkompak dianugrahkan (halaah, bahasaku...) ke kelompok seli Semarang (Komselis). Hari itu, selain Komselis ada Jogja Folding Bike (JFB) yang ikut memeriahkan acara =)

Sekitar jam 12 akhirnya kami 'turun gunung', hahaha... pulang ke Solo maksudnya. Karena lewat jalan raya jadi emang beneran berasa turun gunung, tanpa digowes pun sepeda udah jalan sendiri, hehehe... Dan again, aku ada di barisan paling belakang. Menyebabkan para Mas dan Oom dan Dani ikutan menggowes pelan sepeda mereka. *sosorry*


*nyang out of frame masih buanyaaaak*

Aaaaah, it was soo fun =D Nggak akan kapok ikutan gowes bareng lagi =D

Thanks to para Adek, Mbak, Tante, Mas, dan Oom yang udah super sabar (dan rada jengkel, mungkin) nunggui aku gowes lumayan lama. Hehehe... Thank u =D


*pose dengan sisa-sisa napas, hihihi...*


*semua foto diambil dari FB Seli Solo Raya

2 komentar:

  1. Manthasaaaaaapsssss semangaaattttt gowes selamanys

    BalasHapus
  2. asik ya gowes dgn sepeda yg sama, bs saling mengerti dan menyemangati.

    BalasHapus