Long weekend kali ini akhirnya aku punya beberapa rencana seru untuk dilakuin. Dan yang jadi number one dari daftar rencana itu adalah maen ke Pantai Parangtritis dan Gembira Loka!
Jadi, Kamis, 2 Juni 2011, aku dan Dani beneran jadi maen ke Pantai Parangtritis dan Gembira Loka \(^^)/ Akhirnya, rencana yang udah sedari kapan tahun itu terlaksana juga! =D
Sebenernya aku yang beneran mupeng pingin ke sana. Pingin ngeliat aja seperti apa kedua objek wisata yang jadi ciri khas Jogja itu sekarang ini. Maklum, terakhir kali aku ke Pantai Parangtritis udah kurang lebih 8 tahun lalu. Apalagi ke Gembira Loka, udah belasan tahun lalu! Hehehe...
Syukurlah Dani mau-mau aja aku ajakin ke sana =D
Kami berangkat dari Solo sekitar jam 8 pagi dengan Mas Karis yang berkecepatan 60-80 km/jam. Sekitar jam 10 kami sampai di Pantai Parangtritis. Alhamdulillah perjalanan lancar walaupun hanya mengandalkan ingatan-super Dani untuk tahu jalanan menuju pantai Parangtritis. She's very good in remembering streets! Dan aku yang pelupa ini tentunya sangatlah bersyukur dengan kemampuannya tersebut, hehehe... Thank you, Sist! *kecup*
Pantai Parangtritis terletak di sekitar 27 km selatan kota Jogja. Pantai ini termasuk dalam jejeran pantai pesisir selatan yang terkenal dengan kedahsyatan ombaknya. Pantai Parangtritis sangat terkenal dengan legenda Ratu Kidul. Terkait dengan legenda tersebut, berkembang kepercayaan di masyarakat sekitar tentang larangan memakai baju berwarna hijau ketika berkunjung ke Pantai Parangtritis. Jika pengunjung ingin menyusuri tepian pantai dari ujung barat ke timur, disediakan jasa bendi, kuda, dan ATV. Tidak sulit menemukan penginapan di sekitar Pantai Parangtritis yang merupakan pantai paling terkenal di Jogja tersebut. Harga yang ditawarkan pun cukup terjangkau. Makanan yang dijual di warung-warung di sekitar pantai juga relatif murah.
Pantai Parangtritis udah banyak berubah sedari terakhir aku ke sana. Pantai itu sekarang lebih luas daerah pasirnya. Sepertinya hal tersebut adalah dampak dari gempa 2006 dan tsunami kecil yang pernah terjadi di sana dulu. Rumah-rumah dan gubuk-gubuk warung di sekitar pantai yang dulu dekat sekali dengan bibir pantai sepertinya roboh semua dan dimundurkan cukup jauh dari bibir pantai ketika akhirnya dibangun kembali.
Dan yang membuatku sedikit heran adalah walaupun dalam masa liburan Pantai Parangtritis tidak seramai dulu saat aku berkunjung dulu. Ketika aku tanyakan pada salah seorang penyedia jasa penginapan dan toilet di sekitar pantai, beliau bilang: "Niki mawon sampun rame, Mbak. Biasane sepi." ("Ini saja udah ramai, Mbak. Biasanya sepi.")
Aku jadi berpikir bahwa hal itu mungkin akibat dari adanya pantai-pantai lain di sekitar pantai Parangtritis yang mulai terkenal belakangan ini. Pantai Depok misalnya. Jadi, kemungkinan besar masyarakat yang sudah bosan dengan Pantai Parangtritis mulai mengunjungi pantai lain yang (katanya) lebih bersih dan sepi.
Di Pantai Parangtritis, kami menghabiskan sekitar 2 jam untuk berfoto dan menyusuri tepian pantai dari ujung barat sampai timur, sampai dekat dengan perbukitan yang ada di sana. Dan karena Dani yang lebih banyak pegang kamera, aku lah yang jadi objeknya. Wohooo, akhirnya aku punya foto liburan juga! Wkwkwk... Yeah, tiap kali liburan sama temen-temen, seringnya aku yang pegang kamera, jadi stok foto liburanku bener-bener sedikit >< *nasib tukang foto*
Dan sepanjang waktu di pantai itu, Dani sama sekali nggak maenan air laut! Ya ya ya, dia bilang dia males maenan air karena dia bawa banyak barang elektronik yang sangat anti air laut... padahal pasti rada-rada takut keseret ombak tuh =p Dan sepertinya pas liburan di Bali dulu pun dia nggak maenan air laut, wedeeew...
Selama jalan menyusuri bibir pantai, "dedek" Dani jadi lumayan rewel karena beratnya tas ransel yang dia bawa. (tas laptop sih tepatnya) Awalnya aku nggak percaya kalau tas ranselnya benar-benar seberat yang dikeluhkannya karena tas tersebut hanya berisi sepatu, mukena, HP, dompet, kamera, jaket, dan air minum. Nggak jauh beda dari isi tas ranselku. Aku malah sempat menuduhnya tidak mengepack barang-barangnya dengan benar sehingga tas ranselnya jadi seberat yang dikeluhkannya itu. Well, sejauh pengamatanku, Dani memang tak begitu pandai mengepack barang bawaan, terutama jika akan melakukan perjalanan yang mengharuskannya menginap. Barang bawaan yang tidak ditata dengan benar, terutama untuk tas ransel, akan membuat si pembawa tidak nyaman dan tak jarang membuat beban berlebih pada tas ransel.
Tapi ternyata sewaktu kami bertukar tas ransel, aku benar-benar merasakan beratnya tas ransel Dani! Sewaktu aku cek tata letak penempatan barang-barang bawaannya pun, aku tidak melihat adanya kesalahan fatal. Tapi kenapa tas ransel Dani jadi superberat seperti itu?! =S It's better not to use that bag again in our trip, Sist!
Well, I was happy to be there! Walaupun nggak sampai basah-basahan banget maenan air laut ataupun bikin istana pasir =)
Biaya liburan ke Pantai Parangtritis:
1. Karcis masuk pengendara motor = Rp 7.000
2. Penitipan motor = Rp 3.000




Waah..Paris yah..banyak kenangan nih di sana! Apalagi kalo lg gila ama temen2,brgkt dr jogja jam 12 malam,bawa jagung sekarung :D nyampe paris jam 1 pagi, trus sewa tiker sambil leyeh2 nonton bintang. Aseli,seru bgt dek!! :) :)
BalasHapusOh ya,karena kami mahasiswa jahil..sering kabur g bayar kontribusi :D cara nya, pake baju biasa2 aja (bkn ala turis), jauh sblm memasuki gapura kontribusi,gag usah pake helm, pura2 aj jd penduduk sekitar n tampang watados :D lolos deh :D #Bener2 jgn d tiru y adek2 :D
BalasHapusah, mbak nimas bikin mupeeeng ><
BalasHapushahaha, nek nganggo urik-urikan gitu takut ga slamet aku, wkwkwkwk =p
wah enaknya bisa jalan2 kesini,
BalasHapusapalagi kalau buat makan..
hemmm.. murahnya pake banget
masih bujang buat jalan jalan terus he,, kalau rombingan bisa tuh nginep di hotel dekat dekat situ juga ada kan?
BalasHapuswah waktu saya ke parangtritis lagi musim ombak tinggi. Untung saya ke sana pagi2, jadi ombak masih rada bersahabat. Begitu siangan dikit ombaknya udah meninggi http://anditabcdeg.blogspot.co.id/2016/06/good-morning-from-parangtritis_6.html
BalasHapus