Minggu, 31 Juli 2011

These Months Stories 1

Woohoo... long long time ga nulis nih... Lumayan kangen ternyata, hehehe...

A lot of things happened... a lot of stories to tell...=)
I'll try to remember most of them =)

1. The book I've read
Bilangan Fu karya Ayu Utami. Yeah, finally, aku baca juga buku keempatnya Ayu Utami ini. It's been a very long time since I want this book so damn much! Dan ya, dia masih saja sangat mengagumkan buatku. Cerita yang diceritakan dengan gayanya yang sederhana namun luar biasa mampu menarik pembaca untuk 'berpikir' mengenai apa yang dikisahkannya. She's awesome. And this book is absolutely one of my fave!


Well, thank you Dani yang udah mau ditodong buat kasih aku kado ini =p
Ah, can't wait to read the second book of "Parang Jati-Yuda-Marja" story, Manjali dan Cakrabirawa. *lirik buku yang sudah memanggil-manggil dari rak*


2. The movies I've watched
In last few months I've watched movies in movie theatre, such as Serdadu Kumbang, Surat Kecil untuk Tuhan, and yeah, Harry Potter and the Deathly Hallows past 2 \m/


Ada kejadian "lucu" pas aku antri tiket Serdadu Kumbang. Pas banget liburan sekolah ketika film ini tayang. Aku yang emang selalu tertarik untuk nonton film-film yang diproduseri Alenia Production udah siap ngantri berebut tiket dengan adek-adek kecil yang menurut perkiraanku bakal nonton film keluarga tersebut. So I was worried when I saw crowded lines in front of the counter. Sampai-sampai aku sms Dani dan maksa kami harus tetep nonton walaupun harus ambil show terakhir hari itu.

Aku udah pas banget di antrian kedua dari depan saat aku lihat beberapa ABG yang kira-kira masih kelas 6 SD - 1 SMP heboh ngerubutin seorang ibu (yang belakangan aku sadar adalah ibu dari salah satu ABG itu) yang sudah membawa serenteng tiket. Aku yang takut kehabisan tiket Serdadu Kumbang akhirnya berniat mencuri lihat jam film diputar yang tercetak pada tiket-tiket tersebut. Tapi akhirnya aku hanya bisa melihat nomor studio yang tercetak sangat besar pada tiket-tiket tersebut. It's studio 3. Aku langsung sadar itu bukan studio dimana Serdadu Kumbang diputar. Jadi otomatis aku melihat ke papan daftar film yang sedang diputar. And I was kinda shocked when realised that the movie in studio 3 was "Ada Apa dengan Pocong?" --"

Yeah, aku kaget karena para ABG itu memilih film yang jelas-jelas ber-rating dewasa untuk ditonton padahal ada film Serdadu Kumbang yang lebih sesuai dengan usia mereka dan tentunya lebih berkualitas. Yang bikin lebih miris lagi adalah, yang mengantrikan tiket untuk mereka adalah ibu salah satu dari mereka. How come?!?!?!

Beneran nggak ada gunanya lah film dikasih rating kalo para orang tua nggak menjadikannya acuan untuk memilah film-film mana saja yang boleh dan tidak boleh ditonton oleh anak mereka --"

So, that day I texted Dani: "Phe (23 th), ngantri tiket Serdadu Kumbang. Kumpulan ABG (11-13 th), membeli tiket Ada Apa dengan Pocong?"

Terlepas dari pengalaman ngantri tiket itu, film Serdadu Kumbang membekaskan kesan tersendiri untukku: Indonesia is a very beautiful country! Dan aku harus melihat dengan mata kepalaku sendiri! *halaaah*
Serius, film-film Alenia selalu membuat keinginanku keliling Indonesia makin membara. Ngeliat indahnya Indonesia dalam film-film Alenia benar-benar mampu membuatku terharu. Suer. Aku nggak lebai. Oke. Sedikit mungkin, tapi nggak banyak. Hehehe...

Dari mulai Denias, Senandung di Atas Awan; Tanah Air Beta; hingga Serdadu Kumbang, Alenia selalu berhasil menampilkan keindahan wilayah Indonesia yang tak banyak diekspos orang lain. Salut banget ma pasangan yang selalu mendedikasikan karya mereka untuk anak-anak Indonesia ini b^^d

Walaupun harus diakui, dari segi cerita, film-film tersebut masih kurang mulus. Entah karena proses editing yang kasar atau memang penceritaan yang kurang mengalir. Tapi mungkin saja kekurangan tersebut tertangkap olehku karena aku menggunakan pola pikirku yang bukan anak-anak lagi. Buat anak-anak, yang merupakan sasaran film-film tersebut, mungkin penceritaan seperti itu sudah cukup.

I hope they'll never stop to make movies that will inspire Indonesian children =)


Surat Kecil untuk Tuhan. Sebenernya, aku dulu cuma dalam taraf tertarik untuk nonton film ini. Waktu studio di Grand21 dipenuhi film-film Indonesia, ada 2 film yang menarik perhatianku: Catatan Harian si Boy dan Surat Kecil untuk Tuhan. That day, aku dan Dani gambling banget pergi ke Grand21 selepas Isya' tanpa tahu mana dari dua film itu yang bisa kami dapatkan tiketnya. Dan karena Catatan Harian si Boy cuma sisa show terakhir yang dimulai sangat malam, aku dan Dani memutuskan untuk nonton Surat Kecil untuk Tuhan.

Akhirnya, tanpa tahu jalan ceritanya (kami cuma tahu bahwa film ini bercerita tentang seorang cewek yang berjuang melawan kanker), kami berusaha menikmati film ini. Buatku, film ini bagus. Walaupun yah, alur ceritanya terlalu cepat dan sedikit membingungkan untukku dan Dani yang belum pernah membaca novelnya.

Karna lumayan hectic hari-hari kemaren ini, aku nggak jadi nonton Catatan Harian si Boy, huks...


Harry Potter and the Deathly Hallows part 2!
Akhirnya setelah gonjang-ganjing seputar masuknya perfilman barat terselesaikan, film yang sangat-sangat aku tunggu tahun ini diputer juga! Yeah \m/

29 Juli 2011. Seri terakhir petualangan Harry dkk ini akhirnya berakhir. It was a very complicated feeling. Antara excited dan sedih ketika akhirnya tiket sudah di tangan. *ada deg-degannya juga karena tiket dibeli di 28 Juli, yeah, beberapa jam sebelom my last exam as mahasiswi =,)*


Well, back to topic... Film terakhir ini beneran menguras emosi. Entah berapa kali mataku berkaca-kaca karna sadar ini adalah film terakhir dari kisah menakjubkan yang menemaniku sedari SD =,(

Just like the book lah ya, bagian yang paling bikin nangis bombay adalah kisah Snape-Lily. That was so amazing. Enough said.

Huaaaaa, so this is the end, huh? *cry*

For me, the best Harry Potter movie is Harry Potter and the Deathly Hallows part 1. I just love it. That's all =p

And yes, Ron selalu menarik perhatianku. Hahaha...

2 komentar:

  1. Akhire aku nonton Harpot part 2, itupun karena mendadak bocor thats why ngga ada kegiatan selama 6 hari kedepan.

    pertama liat bioskop kaget....loh bulan puasa ternyata bioskop tetep peneuh aje *maklum pikiran gw masih kolot bo, walo dah di ibukota*

    back to Harry, entah kenapa gw selalu kecewa ama ending Harry Potter, pertarungannya selalu *gitu doang* pun kmrn nonton biasa biasa saja nothing great, gw juga lebih suka part 1.

    BalasHapus
  2. hohoho, emang kerenan yg part 1, lebih menegangkan dan seru menurutku...

    tapi tetep aja nggak ada yang ngalahin konsep cerita Harry Potter, terutama bagian Snape-Lily =,(

    BalasHapus