Senin, 30 Januari 2012

Manusia Setengah Salmon (Raditya Dika, 2011)


gambar

Buku ini terdiri dari delapan belas judul dengan berbagai gaya penulisan dan tema. Tema yang paling jelas bisa tertangkap oleh pembaca adalah tentang pindah. Radit menuliskan setidaknya tiga judul cerita dengan tema tersebut. Hal lain yang banyak diceritakan Radit adalah bagaimana hubungannya dengan orang-orang terdekatnya, seperti Papa, Mama, adik-adiknya, teman, pacar dan supirnya. Bagaimana pada akhirnya sebuah kejadian maupun kebiasaan orang-orang terdekatnya tersebut membuatnya merenungkan dan memaknai berbagai peristiwa dalam kehidupan.

Buat para penggemar buku karya Radit, pasti merasakan sekali perubahan gaya tulisannya. Perpindahan Radit dari penulis humor yang cenderung slapstick ke penulis dengan karya yang membuat pembaca ikut merenung dan berpikir tentang hal-hal sepele yang sebenarnya bisa memiliki makna tanpa kehilangan rasa humor di dalamnya, menjadi bukti nyata pendewasaan seorang Raditya Dika. Great job, Radit =D

Aku bukan penggemar berat Radit. Tidak semua bukunya aku baca. Kambing Jantan sepertinya tidak sempat aku baca habis. Buku-buku selanjutnya aku baca sambil lalu karena mengandung humor yang tidak sesuai dengan seleraku. Tapi Marmut Merah Jambu (2010) telah membuatku sangat terkesan dengan perubahan gaya tulisan Radit. Jadi ketika Manusia Setengah Salmon terbit, aku sangat penasaran ingin membacanya. Secara keseluruhan, Manusia Setengah Salmon adalah buku yang menghibur. Membuat tertawa di beberapa bagian. Dan tertegun di bagian lainnya. Tapi secara pribadi, aku lebih suka Marmut Merah Jambu. Mungkin karena aku lebih suka tema yang diangkat dalam Marmut Merah Jambu kali ya.

Well, ini beberapa kutipan dari Manusia Setengah Salmon yang menurutku ngena:

Cinta yang terlalu lama dipendam biasanya jadi penyesalan.
Hampa itu seperti langkah tapi tak berjejak, senja tapi tak jingga, cinta tapi tak dianggap.
Naksir diam-diam itu komidi putar. Seakan berjalan, tetapi sebenarnya tidak ke mana-mana.
Salah satu penyebab seseorang masih jomblo: cintanya habis di mantannya.
(Penggalauan)

Bagi gue, rumah adalah dia. Karena dia adalah tempat gue pulang. Karena, orang terbaik buat kita itu seperti rumah yang sempurna. Sesuatu yang bisa melindungi kita dari gelap, hujan, dan menawarkan kenyamanan.
(Mencari Rumah Sempurna)

"Kenapa semuanya jadi pindah secepat ini?"
"Ya, mau dimana", kata pacar. "Emang harus begini kan? Kita kan gak bisa ngelawan waktu. Semuanya pasti berubah."
"Terus?"
"Ya nikmati aja", jawabnya, enteng.
(Manusia Setengah Salmon)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar