Rabu, 15 Februari 2012

Poconggg Juga Pocong (@poconggg, 2011)



Akhir tahun 2011 kemaren, dunia per-twitter-an heboh dengan terbongkarnya identitas di balik akun @poconggg. Akun @poconggg menjadi sangat fenomenal karena twit-twitnya yang out of the box, segar dan nyleneh. Kalau tidak salah ingat, identitas @poconggg terkuak setelah dia menerbitkan sebuah buku berjudul Poconggg Juga Pocong yang pada akhirnya juga difilmkan.

Tertarik dengan twit-twit gilanya yang sebagian besar bisa bikin aku ngakak, akhirnya aku memaksa Mbak Ida, penjaga persewaan buku dan komik tempat Dani biasa nyewa, untuk membeli buku tersebut dengan bujukan: "Pasti banyak yang nyewa Mbak, nge-hits banget soalnya tuh buku", hehehe... Yeah, siapa tahu bukunya memang sebagus itu.

Dan sepertinya itulah kesalahanku. Terlalu banyak berharap dari buku ini. Pada akhirnya, kecewa deh... *sigh*

Ada 14 cerita dalam buku ini. Banyak tema yang diangkat, seperti iklan, film, dan tentu saja cinta dalam pandangan seorang jomblo ngenes a.k.a @poconggg, hehehe... Beberapa cerita dibuat berdasar interaksi @poconggg dan para fansnya ketika buku ini dibuat, seperti #Konsultaconggg, Poconggg Madness, dan Sumpah Poconggg.

Nggak ada cerita yang bener-bener bisa bikin ngakak dalam buku ini. Cerita-ceritanya terlalu singkat dan nanggung, menurutku. Well, mungkin apa yang lucu ketika di-twit-kan tidak selamanya lucu ketika dicertiakan dalam format cerita yang lebih panjang kali ya. Karna bukan hanya @poconggg yang menurutku nggak terlalu sukses melucu dalam buku berdasar twit-twitnya, seorang Raditya Dika pun mengalami hal yang sama dalam beberapa cerita di Manusia Setengah Salmon-nya. Mmm, gimana ya, nanggung dan nggak bener-bener bisa bikin ketawa ngakak aja ketika dibaca. Atau bisa jadi ini karena aku sudah terlalu sering membaca ide-ide mereka di dalam twit-twit mereka, ya?

Dalam karya pertama @poconggg ini, aku merasakan sentuhan sinis @poconggg ketika menyampaikan gagasan dan pendapatnya mengenai sesuatu hal. Coba saja baca Cerita Horor Tidak Akan Pernah Seindah Ini, Kawan... dan Iklan. Sayangnya, sekali lagi, kedua cerita itu masih saja nanggung dan gantung, menurutku. Bisa dibilang jadi sedikit garing, mungkin ya.

Well, not so good book, I think. Aku lebih suka baca twit-twit nylenehnya, hehehe... Dan jujur saja, kecewa banget pas ada yang ngebongkar identitas @poconggg. Karna @poconggg yang sekarang tidak seekspresif dulu ketika publik mengenalnya sebagai @poconggg, bukan Arief Muhammad. Kadar kegilaan @poconggg berkurang secara signifikan, menurutku, hehehe...

Tidak adil rasanya menilai tulisan @poconggg hanya dari satu buku ini. So, yes @poconggg, I'm waiting for your next book =)

Ah, should I watch Poconggg Juga Pocong The Movie, guys? Lucu nggak sih?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar