Mia Clark, seorang penari berbakat yang dengan keceriaannya telah membuat banyak laki-laki menyukainya, tidak pernah menyangka akan membuat tangan seorang pianis menjadi cedera. Rasa bersalah mendorongnya menawarkan diri untuk menjadi tangan kiri pianis tersebut.
Lalu apa yang akan terjadi ketika Alex menyadari bahwa 'malaikat kegelapan'-nya ternyata memiliki tawa secerah matahari? Mampukah Mia terus menghindar dan lari dari perasaannya sendiri untuk melindungi diri dan orang yang mulai menarik hatinya tersebut dari kekecewaan?
Cerita yang sederhana namun tidak membosankan. Gaya penulisan yang mengalir dan membuat pembaca mudah membayangkan tiap adegan yang ada membuat novel ini memiliki nilai lebih, menurutku. Yap, aku satu dari banyak orang yang akan bilang sebuah buku itu bagus ketika ceritanya mampu divisualisasikan menjadi adegan film dalam pikiran pembacanya. Dan ya, novel ini adalah satu dari tak banyak buku seperti itu.
Tidak ada yang berlebihan maupun kurang dalam novel ini. Semuanya pas. Tidak ada banyak drama. Tidak ada banyak kata-kata tidak penting di dalamnya. Ya, semuanya pas.
FYI, a lot of people cried when they read this book. Dan mungkin karena tahu buku ini bakal bikin nangis atau setidaknya sedih, aku sudah menyiapkan diri ketika membacanya. Alhasil, no tears and no sad feeling when I read it, hehehe...
Ada kalimat yang aku suka banget dari novel ini:
"Aku sangat ahli menghindari perasaanku sendiri, kau tahu? Bagiku suatu perasaan tidaklah nyata kalau aku menolak merasakannya. Perasaan ini tidaklah nyata kalau aku menolak mengakuinya."
Ah, you should read this bestseller book by yourself ;)
Note to myself: read Tetralogi 4 Musim by Ilana Tan =D

Tidak ada komentar:
Posting Komentar