Hujan baru saja berhenti. Rintiknya seperti berpindah ke sepasang mata bening miliknya. Mata yang sedari tadi sibuk mencari sosok yang dia inginkan datang. Tapi, seperti bulan lalu, dan kesebelas bulan lainnya. Dia harus menelan kecewa. Seseorang yang ditunggunya setiap tanggal 1 di halte bus ini, tidak datang lagi.
Aku sudah hapal di luar kepala. Jam berapa dia akan keluar dari rumahnya, baju apa yang akan dipakainya, bahkan raut mukanya. Raut yang berubah seiring berlalunya menit ketika dia menunggu di halte bus di depan kedai kopi tempatku mengamatinya kini. Dari penuh harap, tidak sabar, hingga kecewa.
Tepat lima menit lagi dia akan pergi. Itu berarti aku harus segera keluar dari kedai kopi ini jika tidak ingin tertinggal jauh di belakangnya.
Langkahnya tidak lagi secepat ketika berangkat menuju halte bus tadi. Aku bisa pastikan ekspresi dingin yang sekarang ditampakkannya, meskipun sekarang aku berjalan 3 meter di belakangnya.
Hanya kurang puluhan langkah sebelum kami sampai di rumah kami masing-masing, ketika akhirnya dia membalikkan badannya. Matanya menatap tajam mataku. Dia berjalan ke arahku. Hal yang membuatku otomatis menghentikan langkah.
"Berhenti mengikutiku.", katanya nyaris tanpa emosi. Aku terdiam. Heran karna akhirnya dia menegur kebiasaanku setahun ini.
"Aku tahu kau selalu mengikutiku setiap aku pergi ke halte bus itu. Apa maumu?"
"Oh.. Kamu memperhatikanku?"
"Apa maumu?" Dia mulai menuntutku menjawab.
Lama aku terdiam, berpikir harus menjawab apa terhadap pertanyaan yang sekian lama aku takutkan.
"Aku hanya ingin tahu..."
"Apa?" Dia mulai tidak sabar.
"Aku hanya ingin tahu kenapa dia tidak lagi datang menemuimu."
Dia tampak kaget, lalu aku lihat kemarahan di matanya. "Itu bukan urusanmu!", katanya nyaris berteriak, sebelum akhirnya dia berbalik dan melanjutkan langkahnya pulang.
Bisa kupastikan saat ini dia sangat marah. Hal yang sebenarnya selalu aku takutkan. Namun aku tidak bisa menahan diriku untuk merasa senang, karena akhirnya dia memulai percakapan pertama kami. Akhirnya, aku meninggalkan kesan untuknya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar