Senin, 07 Maret 2011

Black Swan (Amerika, 2010)

Film ini mengangkat kisah tentang sisi gelap kehidupan balerina. Buat kebanyakan orang, balet dipandang sebagai salah satu simbol keanggunan dan keindahan. Namun, tak banyak orang tau bahwa di balik keanggunan dan keindahan balet, terdapat kehidupan balerina yang keras penuh persaingan. Film Black Swan yang disutradarai Darren Aronofsky ini berhasil mengungkapkan sisi lain tersebut dengan apik dan cenderung suram.



Nina Sayers (Natalie Portman) adalah seorang balerina yang mendedikasikan hidupnya untuk balet. Didukung ibunya Erica Sayers (Barbara Hershey) yang dulunya juga seorang balerina, Nina tumbuh menjadi sosok perfeksionis. Hal ini tak lepas dari tuntutan ibunya yang cenderung pemaksa yang akhirnya membuat Nina hidup dalam tekanan ibunya.

Konflik timbul ketika Nina terpilih menjadi tokoh utama pementasan Swan Lake. Nina, dengan kepribadiannya, sangat cocok memerankan White Swan. Akan tetapi, pementasan Swan Lake menuntut Nina untuk juga mampu memerankan karakter Black Swan yang sangat bertentangan dengan kepribadiannya. Di sisi lain, balerina pendatang baru, Lily (Mila Kunis) sangat cocok memerankan karakter Black Swan. Hal ini mulai membuat Nina khawatir dan pada akhirnya mampu melakukan apa saja untuk mempertahankan posisinya sebagai tokoh utama Swan Lake.

Natalie Portman bermain sangat bagus di film ini, nggak heran akhirnya dia mendapatkan Oscar as best actress lewat film ini. Natalie dengan apik memainkan tokoh Nina yang pencemas sekaligus ambisius. Usaha Natalie untuk belajar balet dan menjaga postur tubuh ala balerina bener-bener patut diacungi jempol.
Mila Kunis juga membawakan peran Lily dengan baik. Black Swan suits her perfectly, for sure! Hahaha...

Buatku, cerita film ini sendiri udah bagus. Aktor dan aktris yang dengan baik memerankan masing-masing karakter di film ini ngebuat film ini benar-benar hidup.

Lewat film ini, aku jadi ngerti kalo kehidupan balerina itu erat dengan persaingan dan ambisi yang cenderung tak sehat. Para balerina juga hidup dalam tekanan untuk tampil sempurna. Well, beauty includes pain, right?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar