Senin, 07 Maret 2011

Love in The Afternoon/Cinta di Siang Hari (Lisa Kleypas, 2011)

Februari kemarin akhirnya aku baca buku terakhir Hathaway series yang mencertiakan tentang si bungsu Beatrix. As I told you, I was absolutely curious about the love story of Beatrix. Pas akhirnya baca, entah kenapa, sejak sepertiga buku, aku malah jadi kehilangan minat untuk nerusin baca =,(

Mungkin karena terjemahannya yang menurutku lumayan nggak enak dibaca. Well, in my opinion, bagus enggaknya novel terjemahan emang juga sangat tergantung dari kualitas terjemahannya. So, karena terjemahan yang terasa beda dari keempat novel sebelumnya, aku jadi angot-angotan deh bacanya.

Dari segi cerita, sebenarnya buku ini menarik untuk dibaca. Di buku kelima ini diceritakan tentang Beatrix yang saling berkirim surat dengan Christopher Phellan yang sedang berada di medan perang. Christopher sebenarnya mengirim surat-suratnya untuk Prudence Mercer, seorang teman Beatrix. Namun karena satu dan lain hal, Beatrix lah yang akhirnya membalas surat-surat Christopher atas nama Pru. Seperti novel roman lainnya, Beatrix dan Christopher akhirnya saling jatuh cinta. Buku ini menceritakan bagaimana akhirnya Christopher menemukan penulis asli surat-surat yang sangat berarti untuknya.

Menurutku, banyak adegan yang seperti meloncat-loncat dan tidak mengalir. Ada yang terkesan dipaksakan ketika Christopher beberapa kali menyadari siapa sesungguhnya orang yang membalas surat-suratnya, namun akhirnya masih saja bingung dan mencari orang lain untuk diyakini sebagai penulis asli surat-surat balasan dari suratnya. Weird -_-"

Not bad, but absolutely not the best =)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar