Setelah membaca seluruh cerita di buku ini, aku jadi sedikit kecewa. Yang aku simpulkan dari seluruh buku ini sih pertama, kayaknya bakal lebih seru kalo penulis utama buku ini adalah Wini, bukan Nesya. Well, dari banyak sekali cerita yang ada, ketauan banget kalau Pak Wisnu ini memang lebih menganaktirikan Wini. Bahkan terbaca jelas bahwa Pak Wisnu memperlakukan Nesya dengan lebih spesial daripada Wini. Jadi ketika ternyata penulis utama adalah Nesya, kesan penderitaan yang dialaminya ketika menjadi mahasiswa bimbingan Pak Wisnu kurang dapet.
Kedua, kumpulan cerita di bagian Crazy LAB terkesan terlalu dipaksakan untuk masuk ke dalam materi buku ini. Sama sekali tidak menggambarkan seperti apa Krezi-nya urusan skripsi, yang seharusnya lebih digali lagi karena judul buku ini kan Skripzi Krezi, bukan Kuliah Krezi.
Ketiga, jujur saja, dilihat dari judul dan sedikit sinopsis di belakang buku, aku berharap membaca kesulitan para penulis ketika mengerjakan skripsi dari berbagai hal, misalnya tema skripsinya sendiri, kesulitan pengumpulan bahan, dsb., bukan hanya karena oknum dosen yang genit. Well, mungkin kesulitan-kesulitan lain memang ada, tapi tidak dibahas lebih mendalam dalam buku ini. Yang selalu dan selalu dibahas ya Pak Wisnu yang sibuk bergenit-genit ria ma Nesya =|
Well, buku ini memang biasa aja, tapi lumayan menghibur lah. Bisa bikin ketawa-tawa dan heran sendiri lewat cerita-cerita pendek curhatan para penulisnya.
Btw, waktu baca buku ini, aku jadi keinget penderitaan temen-temen kampus karna ada satu dosen di kampus dengan karakter yang lebih menyebalkan dari Pak Wisnu. Suer, kadar menyebalkan dosen di kampusku ribuan kali lebih tinggi! Karna dia menyebalkan bukan karena genit, tapi karena selalu aja punya berbagai cara untuk mempersulit urusan yang terkait dengan skripsi mahasiswa bimbingnya maupun mahasiswa yang diujinya.
Cuma bisa berdoa, semoga Allah membawanya ke jalan yang benar, amiin...
Ayo temen-temen yang merasa teraniaya olehnya, tolong bantu diaminkan doaku, biar urusan skripsi kalian bisa dapet jalan terang, hehehe... karena "Cepet-cepet lulus emang mau apa?" adalah pertanyaan yang harus dijawab dengan kegigihan minta bimbingan dan revisian setiap hari! =D *kuliah juga bayar kali Pak, kami kan ga sekaya bapak, apalagi kalau harus bawa buah tangan biar urusan sama bapak bisa cepet kelar*
Fighting!

wuahahahahaha...aku malah ketawa dan *makjleb gara-gara baca paragraf terakhirmu, feb.
BalasHapusuntungnya, daku ga ketemu dosen itu :)
alhamdulillah ya mbak =D
HapusPapi aku? *eh :p
BalasHapus*nyengir*
Hapus