Selasa, 06 November 2012

Spring in London (Ilana Tan, 2010)


Danny Jo heran karena Naomi Ishida selalu menghindarinya dan bahkan terkesan membencinya, padahal, sejak pertama bertemu, dia selalu bersikap ramah dan baik kepada gadis cantik itu. Sejak sebuah keadaan 'memaksanya' terlibat dalam pembuatan video klip bersama Naomi, Danny memang sudah tertarik dengan partner kerjanya tersebut. Penolakan Naomi membuatnya semakin ingin mendekati gadis itu. Ketika akhirnya usahanya berhasil, ketika dia dan Naomi menjadi dekat dan mulai menerima perasaan masing-masing, sebuah rahasia besar terkuak. Sehingga Danny akhirnya paham kenapa Naomi menghindarinya selama ini.

Buku keempat dari Tetralogi 4 Musim yang keren! Meskipun adegan-adegan yang ada terkadang terkesan dipercepat, tapi detil adegan tidak pernah hilang. Pembaca akan dengan mudah dapat menghidupkan seluruh adegan menjadi sebuah film dalam kepala mereka. Ending yang sebenarnya 'terlalu manis', tapi terasa pantas untuk Danny dan Naomi.

Dari keempat buku dalam Tetralogi 4 Musim, buku ini ada di peringkat dua, menurutku. Peringkat pertama tentu saja Autumn in Paris, dan di posisi tiga dan empat adalah Winter in Tokyo dan Summer in Seoul. Urutan ini aku bikin berdasar ceritanya. Kalo dari gaya bahasa, sejak buku kedua, Ilana Tan sudah sangat lihai bikin penikmat bukunya nagih buat baca halaman-halaman selanjutnya. Jadi jangan heran, walaupun cerita yang diangkat terkesan monoton dan biasa banget, karana gaya penulisan dan bahasa Ilana Tan tuh sangat khas (sederhana tapi ngena), karya Ilana Tan selalu aja dinanti dan bahkan jadi best seller.



P.S.: Ternyata, ada yang jauh lebih 'menyebalkan' daripada Yuri di Winter in Tokyo! She's Miho. Huaaa... Amit-amit dah, jangan sampe punya kenalan cewek macam ini >_< *Ketok meja tiga kali*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar