Senin, 19 September 2011

Madre (Dewi 'Dee' Lestari, 2011)

Tautan
gambar

Madre karya Dewi "Dee" Lestari adalah buku berisi kumpulan cerita yang pasti sangat dinanti oleh para penggemar tulisan Dee, karena sudah cukup lama penulis yang hebat dalam pemilihan diksi ini tidak merilis karyanya. Di antara banyak cerita dalam buku ini, Madre adalah karya yang kuyakini paling menarik hati pembaca. Bukan hanya karena Madre adalah cerpen pertama dalam buku ini. Penceritaan yang sederhana namun mengalir membuat Madre memberikan kesan tersendiri. Aku bahkan mampu menghadirkan adegan film dalam benakku hanya dengan membaca deskripsi Dee dalam cerpen Madre.

Cerita lain yang tak kalah menarik adalah Menunggu Layang-layang. Masih bercerita tentang cinta dalam hubungan laki-laki dan perempuan. Bagaimana cinta bisa datang begitu saja di antara dua orang sahabat yang begitu bertolak belakang.

Beberapa cerita ditulis Dee dalam format puisi. Dan sangat khas seorang Dee, puisi-puisi itu menjadi susah untuk dimengerti dalam sekali baca. Bahkan ada satu cerpen yang menurutku sangat sukar untuk dipahami, yaitu Have You Ever...?

Cerita lain yang menyentuh adalah Rimba Amniotik yang merupakan "surat" dari Dee untuk putrinya, Atisha. Karya ini dibuat Dee ketika mengandung Atisha.

Madre adalah karya ketujuh Dee. Buku ketujuh Dee yang kubaca tanpa satupun kumiliki sendiri. Dengan kata lain, dari tujuh buku Dee, aku membaca semuanya dengan modal minjem. Hehehe... Why? Karya penulis ternama di Indonesia tuh makin mahal seiring semakin tersohornya nama mereka =p Beneran deh, tengok saja berapa harga buku karya Andrea Hirata sekarang. Karya tipis saja, harganya mahal >< Hal ini juga berlaku untuk karya Dee. *sigh*

Ah, satu lagi, kalau aku perhatikan, Dee termasuk penulis yang menyukai happy ending ya? Sepertinya ini salah satu alasanku tidak fanatik terhadap karya-karyanya. Aku suka caranya bercerita, pemilihan diksinya. Tapi seringnya cerita berakhir terlalu manis. Somehow, it's just like fairy tales. Well, it's my opinion =)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar