Ternyata pada akhirnya, kebiasaan unik De' yang sebenernya cenderung negatif itu nular ke aku! Huahahahaha... Belakangan ini, well, tepatnya bertahun-tahun belakangan ini aku jadi lumayan sering impulsif beli buku dan nggak langsung dibaca, jadinya numpuk gitu aja deh di rak buku -_-"
So, I should stop this bad habbit! Janji deh, nggak bakal beli buku sebelum buku-bukuku di rumah habis terbaca v^^
Tapi aku nggak nolak lho kalau ada yang mau kasih aku buku baru. Kan katanya rejeki itu nggak boleh ditolak, iya nggak? Hehehe...
Janjiku ini cuma berlaku buat buku-buku milikku ya, nggak termasuk buku-bukunya Dani. Kalau buku-bukunya Dani yang belum aku baca juga dimasukin daftar wajib-baca-sebelum-beli-bukubaru, bisa-bisa bertahun-tahun ke depan aku sama sekali nggak beli buku baru -_-"
Jadi, ini adalah daftar wajib-baca-sebelum-beli-bukubaru:
1. Ca-Bau-Kan, Hanya Sebuah Dosa - Remy Sylado
Sepertinya ini adalah buku paling lama yang aku punya yang sampai saat ini belum selesai aku baca. It's a birthday present from my father. I was the one who picked it. Tapi alur yang lambat dan tebalnya buku ini sepertinya membuatku cepat bosan ketika membacanya. Aku lupa dulu sudah baca sampai halaman berapa. So I should read it from the begining.
2. Lolita - Vladmir Nobokov
It's a birthday present from Dani when I was 22 years old. And yes, again, I was the one who picked it. Aku udah lama banget pengen baca buku ini. Karena kebanyakan persewaan buku di Solo tidak menyewakan novel sastra macam ini, aku jadi pengen dan harus punya sendiri. It's out of my expectation. Bahasanya nggak enak dibaca. Entah karena diterbitkan oleh penerbit yang (menurutku) kurang ternama sehingga terjemahannya jadi tidak mengalir dan menyenangkan untuk dibaca atau memang karena otakku sudah tidak terbiasa lagi membaca karya-karya sastra macam ini, aku jadi tidak bisa menikmati tiap kali mencoba membacanya. Dan beberapa kali aku lupa sudah membacanya sampai halaman berapa, jadi terpaksa ngulang dari awal lagi ><
3. The Lost Symbol - Dan Brown
Lagi, buku ini juga kado dari Jembling tahun 2009 lalu. Sama sekali belum terbaca karna saat itu fokusku lumayan teralihkan ke hal lain. That was the year my mom sick. And absolutely the hectic year of my thesis =p Masa-masa down karna BAB I nggak juga di-acc tuh, hahaha... Dan godaan membaca buku ini harus selalu diredam dengan pemikiran: once you read it, you'll never stop until the very last page. Jadilah aku selalu nunda baca buku ini karna sama sekali belum punya waktu longgar untuk membacanya.
4. Negeri 5 Menara - A. Fuadi
Ini adalah salah satu buku yang kalap terambil di pameran buku sekitar tahun 2009-2010. Begitu tersampul rapi, Bapak langsung memboyongnya ke kios untuk waktu yang sangat lama. Jadilah baru beberapa bulan lalu buku ini kembali ke rak. Dan akhirnya malah belum sempat dibaca sama sekali. Padahal buku kedua sudah terbit dan Bapak sudah sangat penasaran dengan lanjutan kisah di buku kedua. Sorry dad, I won't buy the second book before I read the first one =)
5. Magic Box, 15 Cerita Penuh Keajaiban - diterbitkan oleh Gagas Media
Ini adalah satu dari dua buku yang sejak sampai ke tanganku sengaja aku simpan rapi di rak tanpa membuka segel plastiknya sampai beberapa bulan lalu. Why? Karna emang diniatkan untuk dibuka sebelum benar-benar akan dibaca saja. Tapi beberapa bulan lalu karena satu dan lain hal, akhirnya buku ini aku buka segelnya. Dan belum juga terbaca karna tidak adanya waktu untuk benar-benar menikmati membaca buku. It's a birthday present from Neng and Nana. Dan karena aku tidak langsung membuka segelnya, aku jadi lupa ini kado ulang tahunku yang ke berapa =(
6. The (Un)Reality Show - Clara Ng
Nah, ini adalah the other book yang punya 'kisah' sama ma buku di daftar nomer 5. Sama-sama kado ultah (dari Cah9 dan temen-temen deket SMA) yang karena diniatkan dibuka sebelum benar-benar akan dibaca malah jadi kelupaan sampai ke tanganku di ultahku yang ke berapa =( It has the exactly same reason as the fifth book of this list kenapa sampai sekarang belum juga terbaca.
7. Perfect Match - Jodi Picoult
Buku ini aku beli di toko buku langgananku yang sedang cuci gudang untuk kemudian tutup selamanya. Jadi begitu tahu buku ini didiskon sekitar 20-30%, tanpa pikir panjang aku langsung membelinya. Apalagi aku memang sangat tertarik dengan karya-karya Jodi Picoult. She's one of my favourite writer. Same reason with The Lost Symbol, beberapa tahun belakangan ini, aku takut tidak bisa berhenti baca ketika akhirnya membaca buku ini. Tidak bisa berhenti baca di beberapa tahun belakangan ini punya efek dahsyat: diomeli Ibu karena malah baca buku dan nggak segera nyelesein skripsi =p Jadi, daripada harus denger omelan Ibu, lebih baik aku menunda kesenanganku membaca buku ini. Tapi akhirnya, sampai saat ini, buku ini masih saja belum sempat aku baca =(
8. Manjali dan Cakrabirawa - Ayu Utami
Buku kedua Seri Bilangan Fu ini adalah buku yang mati-matian aku jauhkan dari jangkauan tanganku setelah selesai membaca Bilangan Fu karena: sudah diomeli Ibu sejak Ibu tahu aku bawa pulang 2 buku karya Ayu Utami ini, dan makin diomeli karena selama 3 hari aku jadi menduakan skripsi dengan asyik membaca Bilangan Fu. Dimulai dari pikiran: baca satu bab dulu aja ah, penasaran; dan berakhir dengan tidak bisa meletakkan buku tersebut sampai terbaca kata terakhir di halaman terakhirnya, akhirnya dengan sedikit mengancam Ibu bilang: "Buku keduanya disimpen dulu. Dibaca kalau sudah sidang skripsi. Kalau nekat, bukunya tak buang!" Jadi, tentulah aku menuruti kata-kata ibu. Apalagi Dani juga udah ikut-ikutan ngomel dan nagih janjiku saat aku minta dibeliin Seri Bilangan Fu sebagai hadiah ultah tahun ini: "Setelah skripsi kelar baru aku baca deh bukunya."
Kenapa sampai sekarang buku ini belum juga terbaca? Emang diniati, hehehe... Sejak nonton drama Korea A Love to Kill, aku emang jadi ngindari nonton maupun baca cerita-cerita sedih yang bisa bikin aku mikir aneh-aneh =p Dari mana aku tahu aku bakal sedih setelah baca buku ini? Karena kisah tokoh yang sangat ingin aku baca sudah tertulis jelas endingnya di buku pertama, Bilangan Fu =( Aku bakal baca buku ini kalau aku sudah siap kebawa emosi lagi, hahaha...
9. The Naked Traveler 1 - Trinity
Sejujurnya, aku sudah sempat membaca beberapa cerita di buku ini. Dan karena beberapa cerita saja sudah membuatku tak ingin meletakkan buku ini dan parahnya beneran bikin aku pengen jalan-jalan, maka dengan berat hati aku putuskan untuk menunda membaca buku ini. Kepengen sesuatu yang belum bisa terlaksana saat ini tuh sakit, Jendral! Hahaha... Jadi, 'ntaran aja lah aku baca buku ini. Daripada jadi pengenan ke sana-sini XD
10. Drupadi, Permaisuri Pandawa yang Teguh Hati - Apriastuti Rahayu
Ini adalah buku terakhir yang aku beli. Murah, cuma Rp 10.000 di Gramedia waktu ada diskon gede-gedean Ramadhan kemarin. Karna belinya nitip Dani dan disimpenin ma dia, sampai sekarang aku nggak tahu di mana keberadaan buku ini -_-" Jadi, nggak perlu diperjelas kan kenapa buku ini belum terbaca? Hahaha...
Jadi, itulah 10 buku yang wajib aku baca sebelum aku beli buku lain lagi. Semoga semuanya selesai dibaca Oktober ini =)
Saat ini sebenarnya aku juga sedang membaca kumpulan tulisan Ayu Utami, Si Parasit Lajang, Seks, Sketsa & Cerita. Sudah 1/3 buku, jadi bisa secepatnya selesai. *dengan catatan nggak tergoda begadang nonton puluhan film di lepi dan DVD serial aja*
"Doakan saya ya..." ^^v
NB: urutan buku dalam daftar ini tidak menunjukkan urutan baca, karna buatku yang moody ini, pilihan jenis buku yang dibaca juga harus disesuaikan dengan mood saat itu, hehehe...











Tidak ada komentar:
Posting Komentar