Adakah yang sama sepertiku? Yang merindukan saat segalanya sederhana. Dalam hal apapun. Termasuk dalam urusan cinta.
Sesederhana ini: aku suka kamu, kamu suka aku. Maka aku dan kamu menjelma kami.
Yeah, sesederhana itu. Saat tak perlu terpikir siapa aku, siapa kamu. Latar belakang apa yang membentukku, pun sejarah apa yang telah kau torehkan dalam lembaran lalu hidupmu.
Karna pikiran-pikiran kompleks yang sesungguhnya realistis itu perlahan membunuh keberanianku. Memaksaku melepas sedikit demi sedikit segala inginku.
Menjadi oportunis. Mungkin itu yang aku perlu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar