"Bulan itu kotak, percayalah.", kata lelaki itu pada perempuan di depannya.
Dan perempuannya, hanya memandangnya penuh tanya.
"Percaya sajalah.", sekali lagi lelaki itu berkata.
Maka sejak saat itu, setiap waktu selalu saja lelaki itu meyakinkan si perempuan: "Bulan itu kotak."
Perempuan itu tak lagi memandang penuh tanya, meski tak pernah benar-benar percaya.
Waktu terlewat, cepat. Hingga suatu pagi si lelaki meneriakkan pada dunia, juga pada perempuan yang selalu mendengarnya: "Bulan itu bulat! Bulat!"
Dia, lelaki itu, lalu berlalu begitu saja. Meninggalkan si perempuan yang kembali memandang penuh tanya. Kali ini, pada punggung si lelaki yang semakin jauh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar