Tak berapa lama, datanglah sebuah keluarga dengan lima orang anggotanya. Ayah, ibu, dua anak perempuan, dan seorang keponakan si ayah. Karena warung yang memang cukup sempit, hanya muat untuk sekitar 8 orang, keluarga tersebut mulai kasak-kusuk siapa duduk di mana. Hingga akhirnya si anak perempuan pertama melihat ke dalam warung, kemudian dengan muka jutek dan jijik bilang, "Aku nggak mau!" She finally choosed to sit in their car.
Aku yang memang sering memperhatikan perilaku orang-orang di sekitarku cuma bisa diam, tidak berani berkomentar dan membahasnya dengan si Mas karena sempitnya warung tersebut. Yeah, nggak mungkin kan ngomongin orang di depan mereka langsung? Hehehe...
Aku dan si Mas lanjut makan dan ngobrol ketika akhirnya, kami terpaksa menghentikan obrolan kami karena si ayah, ibu, anak perempuan kecil, dan keponakan si ayah yang duduk di depan kami dan di samping si Mas ngobrol seru dengan suara yang cukup lantang. They talked about their family and relatives.
Ada yang bikin aku mengernyitkan dahi. Obrolan mereka yang mau tidak mau terdengar olehku berisi tentang berbagai merk mobil yang dimiliki oleh keluarga dan kerabat mereka. Yeah, mereka menilai keluarga mereka sendiri dari kendaraan (harta benda) yang dimiliki o_O"
Aku jadi larut dengan pikiranku sendiri ketika akhirnya si Mas bilang: "Aku sms kamu."
Dan aku nggak bisa nahan ketawa ketika membaca sms si Mas: 'Ini wong lawas, pathokane tumpakane opo.' (Ini orang jaman dulu, yang dijadiin pedoman adalah kendaraan apa yang dimiliki.)
Langsung aja aku bales smsnya: 'Hahaha... Ajeeb, nurun dah anaknya ikutan ngomongin itu...'
Yep, yang bikin ngelus dada adalah karena si anak perempuan kecil yang masih usia kelas 1 atau 2 SD itu udah fasih bener ikutan nimbrung obrolan orang tuanya. *sigh*
Karna nggak betah lama di warung itu, aku dan si Mas langsung cepet-cepet ngabisin makan dan pulang. Baru juga beberapa meter motoran dari warung itu ketika si Mas Mulai dengan sebal membahas obrolan keluarga tersebut.
Both of us, heran, masih aja ada orang kayak gitu, yang menilai orang lain, bahkan keluarga dan kerabat mereka sendiri hanya dari harta benda yang dipunya. Mereka menyombongkan harta keluarga dan kerabat mereka. Juga merendahkan yang tidak setara dengan mereka. Di depan umum.
Memalukan!
P.S.:
- Karena sekeluarga tersebut jelas-jelas menilai seseorang dari harta bendanya, si Mas jadi pede banget bilang: "Aku yakin, si ibu itu juga nerima si ayah karna ngeliat kendaraan apa yang dia punya!" Ooops... Hehehe, bukannya mau ikut-ikutan mikir negatif sih ya... tapi pernyataan itu emang jadi logis aja. Awalnya aku malah mikir kalo si ayah adalah bapaknya si ibu, wew, lha kok ternyata suaminya >_< Terlihat banget perbedaan usia mereka. Dan sorry to say, si ibu nih cantiiik... tapi si ayah biasa banget. Duh, go away all the negative thoughts!!!
- Nggak heran deh kalo si anak perempuan pertama jadi sok banget nggak mau duduk dan makan di dalem warung. Anak-anak melihat segala perilaku dan sikap kedua orang tua mereka, untuk kemudian mencontohnya =)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar