Kamis, 16 Agustus 2012

I don't have Facebook account. So what?

7 Agustus kemaren, ada satu kicauan di twitter yang berhasil membuat dahiku berkerut: "Pakar psikologi sepakat bahwa orang (mengerti teknologi) yang tidak punya akun Facebook adalah orang yang mencurigakan seperti psikopat."

Hal pertama yang terlintas dari pikiranku adalah: link sumber twit itu mana???
Nggak ada ternyata. Hadeeeh.

Setelah googling pun, aku nggak nemu tulisan terpercaya tentang hal itu. So, if you find the source of that twit, please let me know, ya ;)

Cuma pengen paham aja, bagaimana dua hal tersebut bisa saling berhubungan: 'orang yang mengerti teknologi yang tidak punya akun Facebook' dan 'mencurigakan seperti psikopat'.

Yes, I don't have Facebook account. And I don't think that I'm a psychopath. *big grin*


Tapi memang nggak bisa dipungkiri ya, kalo punya akun Facebook adalah hal yang sangat lumrah sehingga seakan-akan menjadi wajib di jaman sekarang ini. Entah sudah berapa kali teman-temanku, bahkan orang-orang yang baru aku kenal, bertanya: Facebook-mu apa?
Dan pertanyaan itu akan berlanjut dengan: kenapa?, ketika aku dengan enteng menjawab: nggak punya.

Nah, ini bagian sulitnya, 'harus' menjelaskan kenapa aku tidak punya akun Facebook.
Karna aku sendiri nggak pernah benar-benar memikirkan kenapa aku nggak bikin akun Facebook.

Well, sedari awal memang aku tidak tertarik untuk bikin akun Facebook. Dulu masih maenan Friendster. Aku pikir cukuplah keep in touch sama temen-temen di Friendster aja dan terus ngeblog di sana. Bahkan sampai Friendster sepi peminat pun, aku memang masih rajin ngeblog di sana. Mungkin cuma aku yang riweuh banget ketika Friendster ditutup. Bukan karena mikirin banyak temen dunia maya yang akan hilang kontak, I just tought about my blog. Syukurlah semua tulisan di sana bisa diekspor ke blog baru =D

Dulu (dan sampai sekarang pun) aku pikir, nggak ada lagi temen buat berinteraksi di dunia maya, ya nggak masalah. I have real friends in real world. I can always call or text them. That's enough =)

Lalu datang lah masa di mana everybody talked about Facebook. Semua-muanya ngobrolin : "Kemarin status Facebook si A begini lhooo...", "Si B lagi di sana ya, aku tau dari Facebook-nya", "Si C putus ya ma pacarnya? Kok status Facebook-nya gitu?" dan bla... bla... bla...
Aku? Cuma anteng dengerin dan sesekali becanda: duuuh, nggak punya Facebook berarti nggak tau apa-apa, ya?
Temen-temen akan selalu bilang: makanya bikin!
Dan aku, cuma ketawa.

Nggak pernah bener-bener mikir kudu punya Facebook sampai tahun kemarin, Psi Inem niat bikin grup di Facebook yang bisa jadi wadah buat tahu segala berita tentang temen-temen seangkatan. I was tempted.
But then, aku pikir-pikir lagi, siapa sih yang bener-bener aku pengen tahu kabarnya. Paling juga cuma temen-temen deket yang, once again, (selalu) bisa aku sms atau telpon kapanpun aku pengen ngobrol ma mereka.

Beberapa bilang, Facebook itu nambah link pertemanan dan membuka berbagai kesempatan.
Well, iya, nggak bisa aku pungkiri itu.
Tapi, aku sendiri bukan orang yang bisa dan suka making new friends with totally strangers.
Jadi bisa dibayangkan, kalau aku punya akun Facebook, temen-temen yang ada di sana adalah temen-temen di dunia nyata.

Mmm, mungkin yang bikin aku males banget punya akun Facebook adalah drama yang ada di dalamnya atau yang disebabkan karenanya. Aku liat sendiri kok, gimana temenku curiga parah sama pacarnya cuma gara-gara status yang dibikin pacarnya di FB. Ada juga yang ketahuan selingkuh gara-gara FB 'memfasilitasi' perselingkuhan itu. Ada yang kepo parah sampai-sampai isi semua akun orang-orang yang dikepoin dibacain satu persatu.

Iya, aku jadi saksinya. Dan jujur saja, pernah ikut kepoin FB orang-orang lewat akun temen. Ooops... Hahaha...

And I don't want that. Nggak pengen jadi lebih drama queen. Nggak pengen jadi orang superkepo urusan orang. Nggak pengen ngeliat atau ngebaca hal-hal yang sebaeknya nggak terlihat atau terbaca.

Lagian, I have twitter yang bisa aku pilih sendiri segala isinya. Yang sebodo amat mau di-unfollow cuma gara-gara orang nggak suka twit-twitku. Yang aku bebas follow siapapun dan unfollow siapapun ketika aku bosan dan tidak suka lagi twit-twitnya.  Aaah, how cozy ;)

Well, yeah, paling tidak, sampai detik ini, aku belum mikir kalo aku harus punya akun Facebook =)

And, yes, I don't have Facebook account. And I'm not a psychopath.

3 komentar:

  1. loch kok yang judulnya Gowes With diapus.... klik link di dashboard..tp tak ditemukan hehehe

    BalasHapus
  2. Btw...gw makin lama juga eneg dengan pesbuk. Merasakan sendiri betapa pesbuk bisa jadi sumber masalah. Mari apus pesbuk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh, postingannya aku draft mbak, kayaknya kemaren error pas nge-save, jadi kepublish deh...
      Mariii... Hehehe, padahal emang aku nggak punya =p

      Hapus