Delapan tahun setelah Batman/Bruce Wayne (Christian Bale) menghilang dari Gotham, kembali terjadi kejahatan yang kali ini dipimpin oleh Bane (Tom Hardy). Keadaan Gotham yang semakin mengkhawatirkan membuat beberapa orang yang meyakini bahwa Batman tidak bersalah atas kematian Harvey Dent (Aaron Eckhart), merindukan kehadiran Batman. Akhirnya, Bruce Wayne yang sudah tidak sekuat delapan tahun lalu bertekad mengembalikan Batman ke Gotham. Namun, tentu saja banyak sekali pihak yang bertekad untuk mencelakai Batman.
Ketegangan dalam film ini sudah dimulai sejak film ini dimulai. Adegan demi adegan action dan drama di bagian tengah film membuat penonton harus memfokuskan perhatiannya jika tidak ingin dibuat bingung dengan certia yang cenderung berjalan cepat.
Oh, well, ngaku deh... aku nggak akan bisa objektif menilai film ini. Hehehe... Film penutup dari trilogi Batman karya Christopher Nolan ini nyaris sempurna, menurutku. Masih kerenan The Dark Knight (2008) sih. Tapi sebagai film penutup, The Dark Knight Rises melakukan tugasnya dengan baik: ending yang memorable.
Kalimat favourite yang nempel banget di kepala ya kalimatnya John Blake (Joseph Gordon-Levitt) waktu dia memohon Bruce untuk menghidupkan kembali pahlawan Gotham:
"You get to learn to hide the anger, practice smiling in a mirror. It's like wearing a mask."
Note: ini film pertama yang diniati banget nontonnya di bioskop tapi nggak dibela-belain maksa nonton premiere (karna bulan Ramadhan) dan harus dapet tempat duduk deretan atas. Pasrah aja waktu tahu tempat duduk yang masih kosong tinggal 2 deretan depan. And we, aku dan Dani, mutusin buat ambil tiket yang J 11-12. Untung ga kerasa ngongak banget nontonnya =D

Tidak ada komentar:
Posting Komentar