Minggu, 02 Januari 2011

On The Way to The Wedding/Menuju Pernikahan (Julia Quinn, 2010)

Spoiler alert!



On The Way to The Wedding (Menuju Pernikahan) adalah buku terakhir dari rangkaian seri Bridgerton Family yang totalnya ada 8 buku.

Berbeda dari saudara-saudaranya, Gregory Bridgerton, satu-satunya anggota keluarga Bridgerton yang belum menikah, percaya pada cinta sejati. Gregory percaya bahwa ketika dia bertemu dengan cinta sejatinya maka dia akan secara langsung mengetahuinya. Maka, berdasar perasaannya saat melihat Hermione Watson, dia langsung percaya bahwa Hermione adalah jodohnya.


Lucinda Abernathy, sahabat Hermione, mengetahui ketertarikan Gregory pada sahabatnya tersebut dan berniat membantu Gregory untuk mendekati Hermione. Berbeda dengan Gregory dan Hermione yang percaya pada cinta sejati, Lucy adalah orang yang praktis, realistis dan tidak romantis. Lucy setuju-setuju saja ketika dijodohkan dengan Haselby yang sama sekali belum dikenalnya.

Cerita menjadi menarik ketika Lucy yang berusaha menjadi mak comblang malah merasa tertarik pada Gregory dan mengalami keadaan yang dikatakan Gregory dan Hermione sebagai jatuh cinta. Di lain pihak, Gregory mulai menyadari bahwa yang dirasakannya pada Hermione bukanlah cinta seperti yang selama ini dipercayainya. Sedangkan Hermione, yang merasa telah jatuh cinta pada laki-laki lain malah memiliki ketertarikan pada Gregory dan tergoda oleh Richard Abernathy, kakak laki-laki Lucy.

Menurutku, hal yang membuat kedelapan novel Historical Romance seri Bridgerton Family karya Julia Quinn menarik untuk diikuti adalah kedekatan kedelapan kakak-berdaik Bridgerton serta dialog yang cerdas dan humoris antar-tokoh dalam setiap novel. Jujur, novel kedelapan ini bukan novel Bridgerton favoritku. Mungkin karena di dalam novel kedelapan ini sudah tidak terlalu terlihat interaksi antara kakak-beradik Bridgerton yang biasanya selalu seru untuk dibaca. Konflik yang membuat tokoh utama tak bisa menikah, yang baru muncul di sepertiga akhir novel ini, membuat konflik tersebut terkesan terlalu cepat diselesaikan.

Akan tetapi, perubahan karakter para tokoh di dalam novel ini menarik untuk diikuti. Menurutku, bagian menarik dan lucu adalah cara Lucy memastikan orang lain mendapatkan yang terbaik. Kalian akan merasa jengkel ketika membaca bagaimana Lucy melakukan kebiasaannya tersebut.

Tak beda dengan novel-novel romantis lainnya, novel ini juga berakhir dengan happy ending.


Novel seri Bridgerton Family lainnya:
  1. The Duke and I (Aku dan Sang Duke), Daphne Bridgerton-Simon Basset
  2. The Viscount Who Loved Me (Cinta Sang Viscount), Anthony Bridgerton-Kate Sheffield
  3. An Offer from A Gentleman (Tawaran dari Sang Gentleman), Benedict Bridgerton-Sophie Becket
  4. Romancing Mr. Bridgerton (Romansa Mr. Bridgerton), Colin Bridgerton-Penelope Featherington
  5. To Sir Phillip, with Love (Kepada Sir Phillip, dengan Penuh Cinta), Eloise Bridgerton-Sir Phillip Crane
  6. When He was Wicked (Cinta Terpendam Sang Earl), Francesca Bridgerton-Michael Stirling
  7. It's in His Kiss (Dalam Ciumannya), Hyacinth Bridgerton-Gareth St. Clair
And my favourite novel goes to The Viscount Who Loved Me (Cinta Sang Viscount)! Aku suka karakter bad boy Anthony dan keras kepala Kate. Interaksi mereka dikisahkan dengan sangat menarik oleh Julia Quinn. Dialog-dialog dalam novel ini juga humoris dan cerdas. Seingatku, dalam novel kedua inilah interaksi antar-kakak-beradik Bridgerton paling banyak dikisahkan. You should read this book.

Since the Bridgerton Family Series come to end, I should find another romantic novel to be read, any recomendations?

2 komentar:

  1. heee... ternyata selera mba febi sama kaya' kakakku... banyak banget tuh dia punya novel-novel begituan... -_-

    BalasHapus
  2. hihihi, novel roman rada saru... *ooops*

    ketularan mbakku ni aq *alibi*

    kamu baca juga kah? bagus-bagus e yang historical romance XD

    BalasHapus