Banyak orang sering salah nulisin "di" sebagai kata depan dan "di" sebagai awalan. Buat sebagian orang, itu hal biasa. Buatku, itu ngeganggu. Nggak terhitung berapa kali aku jadi males baca sebuah artikel cuma gara-gara kesalahan penulisan kata "di". Rasanya pingin banget ngebenerin tulisan-tulisan yang salah itu satu persatu. Kalo cuma sekali dua kali salah, masih bisa kutolerir, tapi kalo udah berkali-kali salah... Argh, rasanya pingin nawarin diri jadi editor khusus kata "di"!
Susah banget ya inget cara nulisin kata "di"? "di" sebagai kata depan, yang berarti menunjukkan tempat, ditulis secara terpisan dari kata di belakangnya. Misal: di atas, di kota, di kanan, di samping, dll. "di" sebagai awalan ditulis menyambung dengan kata yang mendapat awalan. Misal: diminum, diberi, disukai, dll.
Sebenernya gampang, kan? Cuma kitanya aja yang sering nggak perhatian >.<
cen suka begitu ko, padahal kan ampang banget ya :D
BalasHapusyongkruw ;)
BalasHapus