Ada kalanya aku tahu sesuatu akan terjadi, maka aku mempersiapkan diri. Menata pikir dan hati agar tak terkejut lagi.
Ketika sesuatu itu benar-benar terjadi, sudah tak ada keterkejutan lagi.
Tapi lalu aku sadari, sedih dan terkejut adalah hal yang sama sekali berbeda. Sesiap apapun aku, terkadang kesedihan itu tetap ada.
Perlu banyak waktu untuk akhirnya aku terima: membiarkan diri untuk bersedih atas sesuatu yang pantas 'disedihi' bukanlah hal terlarang.
Berhenti sejenak untuk merasakan apa yang terasa, bukan berarti tak ikhlas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar