Kamis, 20 Januari 2011

Sinisme Terakhir Tentang Hal Itu

Sebentar, ada yang terasa kurang pas.
Permintaan maafmu itu.

Kamu melakukannya karna benar-benar menyesali khilaf dan salahmu,
atau hanya untuk memberi dirimu sendiri pelepasan atas rasa bersalah?

Jika saja kamu belum tahu:
orang tuh bisa lho merasakan tulus tidaknya permintaan maaf.
Apalagi jika kamu terus lakukan kesalahan serupa setelah dimaafkan.

Sekarang, kesannya jadi aku yang sebegitu kejamnya,
hingga tak mau memaafkanmu yang katanya sudah berulang kali membuang gengsi untuk meminta maaf itu.
Apalagi kalau kamu sudah gunakan kalimat andalanmu itu:
"Aku sudah minta maaf. Hakmu untuk memaafkan atau tidak."

Akh, tapi ya sudah lah ya,
sepertinya memang sia-sia saja memintamu berpikir sebelum melakukan sesuatu yang kamu akui kamu sesali itu.

Ingat saja ini:
Jika tak mau kehilangan gengsi karena meminta maaf berulang kali, jangan membuat kesalahan yang sama, apalagi dengan orang yang sama!




"Terserah kamu mau maafin aku atau nggak, yang penting aku udah minta maaf."
Karna aku ini orang baik ya, aku maafin kok. Tapi maaf nih ya, aku nggak akan lupa!





(anggap saja) Ini fiksi!

2 komentar: